Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan jabatan kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, dalam acara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPendulum kebijakan ekonomi di negeri ini tampak seperti akan kembali berpihak kepada oligarki karena menteri keuangan yang dalam satu tahun terakhir cukup keras membela kepentingan rakyat, bangsa dan negara sudah diganti. Kita tahu, banyak sekali pengusaha besar dan tokoh dalam setahun terakhir yang dibuat gerah oleh Purbaya terutama para mafia bisnis dan perdagangan karena Purbaya sudah mengatakan tekadnya akan menangkap para mafia tersebut secara besar-besaran sebab para mafioso tersebut menurut Purbaya telah berhasil meraup keuntungan besar dengan cara merugikan rakyat dan negara lewat berbagai praktik tidak terpuji yang mereka lakukan seperti lewat praktik under invoicing atau lewat kegiatan penyelundupan yang mereka lakukan dengan mendapatkan bantuan dan perlindungan dari para oknum aparat terutama dari oknum aparat bea dan cukai. Di samping itu juga ada mafia terkait dengan impor baja ilegal dan tekstil serta baju bekas yang membuat pabrik baja dan industri tekstil dalam negeri menjadi bermasalah dan kelimpungan sehingga terjadi banyak PHK. Kekesalan dan kekecewaan Purbaya tidak hanya sampai di situ karena dari data dan fakta yang dia temukan ternyata anggaran negara terlalu banyak dikendalikan oleh oligarki ekonomi yang bersekutu dengan birokrasi. Bila hal seperti ini terus berlanjut di mana kekuatan ekonomi dan politik berhimpun di satu tangan atau di satu kelompok maka hal demikian tentu akan bisa menjadi bencana dan malapetaka bagi rakyat dan bangsa ini ke depannya karena seperti dikatakan Milton Friedman: "The combination of economic and political power in the same hands is a sure recipe for tyranny." Oleh karena itu, karena kita ingin menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera maka kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi. Untuk itu kita berharap kepada menteri keuangan yang baru agar konsisten dan konsekwen dalam melaksanakan sistem ekonomi yang diamanatkan oleh konstitusi sebab kalau tidak maka rakyat tentu akan marah sebab kesenjangan sosial ekonomi di negeri ini tentu akan semakin tajam dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.Anwar abbasPengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.