Arda Hatna Jawab Kegelisahan soal Hidup lewat Lagu Matematika Tuhan Berbeda

Wait 5 sec.

Lagu terbaru Arda 'Matematika Tuhan Berbeda'. Foto: IstimewaAda kalanya seseorang merasa sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil yang didapat justru tidak sesuai harapan. Rezeki terasa tertunda, kebaikan seolah tidak berbalas, sementara jalan hidup semakin berliku.Kegelisahan tersebut menjadi titik berangkat Arda eks Naff dalam lagu terbarunya, Matematika Tuhan Berbeda. Lewat lagu ini, Arda mengajak pendengar melihat kembali cara manusia memahami kehilangan, kegagalan, penantian, hingga berbagai hal yang terasa tidak adil dalam hidup.Menurut Arda, manusia kerap menggunakan ukuran sendiri untuk menentukan apakah sesuatu berjalan sesuai harapan. Kehilangan dianggap sebagai pengurangan, penundaan dipandang sebagai kegagalan, sementara jalan yang sulit sering dianggap sebagai tanda bahwa hidup tidak berjalan sebagaimana mestinya.Padahal, bisa saja ada hal lain yang belum terlihat di balik semua itu."Saya membuat lagu ini bukan karena saya sudah menemukan semua jawaban tentang hidup. Justru karena saya masih belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa saya pahami. Kadang kita merasa sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Dari situ saya belajar bahwa mungkin bukan Tuhan yang salah menghitung, tetapi kita yang memakai rumus yang berbeda,” ujar Arda.Arda Hatna. Foto: IstimewaMatematika Tuhan Berbeda lahir dari pertanyaan yang cukup dekat dengan kehidupan banyak orang. Mengapa seseorang yang berusaha berbuat baik masih harus menghadapi berbagai ujian? Mengapa doa terkadang membutuhkan waktu panjang untuk menemukan jawabannya?Arda tidak mencoba memberikan jawaban tunggal melalui lagu tersebut. Sebaliknya, ia menjadikan lagu ini sebagai ruang untuk menemani orang-orang yang sedang lelah berjuang, merasa tertinggal, kecewa dengan keadaan, atau mulai kehilangan harapan.Dikemas dalam aransemen pop folk yang hangat, Matematika Tuhan Berbeda membawa pendekatan reflektif yang selama ini menjadi bagian dari karya Arda. Ia ingin lagu tersebut tidak hanya didengarkan, tetapi juga memberikan ruang bagi pendengarnya untuk melihat kembali perjalanan masing-masing.Pesan tersebut turut diterjemahkan melalui artwork lagu. Foto Arda yang awalnya diambil dalam posisi berbaring di jalan yang berbatasan dengan laut kemudian diputar sehingga menciptakan ilusi seolah dirinya sedang berada di ketinggian.Permainan perspektif tersebut menjadi gambaran sederhana dari gagasan utama lagu: apa yang terlihat dari sudut pandang manusia belum tentu menggambarkan keseluruhan keadaan. Terkadang, perubahan sudut pandang dapat membuat seseorang melihat sebuah situasi dengan cara berbeda.Tema tentang proses bertumbuh juga hadir dalam identitas visual Arda Hatna. Pada logonya, terdapat elemen daun di huruf “A” pada bagian awal dan akhir namanya. Elemen tersebut menjadi simbol perjalanan Arda dan karya-karyanya yang terus berkembang.Sebelum Matematika Tuhan Berbeda, Arda telah merilis sejumlah lagu yang mengangkat cerita dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Orang Tak Enakan, Belajar Jadi Bapak, Iya Iya Tidak Tidak, dan Tumbuh Bersama.Sebagai musisi independen, ia terus mengeksplorasi cerita tentang manusia yang sedang belajar memahami diri sendiri, keluarga, hubungan, serta perjalanan hidup.Lewat Matematika Tuhan Berbeda, Arda kembali membawa satu pertanyaan sederhana yang mungkin pernah muncul dalam diri banyak orang: buat apa menjadi baik kalau yang jahat selalu menang?Bagi Arda, jawabannya bukan soal siapa yang lebih cepat mendapatkan hasil. Ada hal-hal yang memang belum bisa dipahami dari perhitungan manusia.