Rilis video Sheikh Osama al-Rifai, Mufti Agung Suriah, telah memicu gelombang perdebatan dan kontroversi di antara pengguna media sosial Suriah selama dua hari terakhir. Dalam video ini, selama pertemuan dengan delegasi Indonesia, al-Rifai berbicara tentang perbedaan pendapatnya yang sudah lama dengan al-Julani dan kelompoknya, menyatakan bahwa mereka pernah menjadi pengikut gerakan Wahhabi dan memiliki pemikiran ekstremis dan takfiri, tetapi kemudian mereka berubah dan fase pemahaman dimulai. Dalam video ini, yang menurut sumber-sumber Suriah berasal dari masa lalu, al-Rifai berbicara tentang penolakannya untuk bertemu dengan al-Julani dan kelompoknya selama bertahun-tahun, dan mengklarifikasi: "Pada tahap selanjutnya, ia mengumumkan bahwa ia telah meninggalkan ekstremisme dan Wahhabisme dan bergabung dengan Sunni, Jamaat, dan Asy'ariyah." Mufti Suriah itu kemudian merujuk pada perubahan hubungannya dengan al-Julani, menyatakan bahwa al-Julani meminta untuk bertemu dengannya dan bahwa perbedaan di masa lalu mengarah pada pemahaman tentang sejumlah masalah keagamaan. Video tersebut membuat marah para pendukung Al-Julani di media sosial, termasuk Ibrahim Al-Hassoun, kepala Lembaga Yudisial Tertinggi di Suriah, yang memposting pembelaan terhadap pendiri sekte Wahhabi ekstremis, Muhammad ibn Abdul-Wahhab, menyebutnya sebagai "Imami Mujaddid" (pembaharu) dan mengklaim bahwa ia memerangi "bit’ah dan khurafat."[IT/r]