Ilustrasi kapal nelayan. Foto: bayu pamungkas/ShutterstockKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih mengejar target pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026. Hingga saat ini, sebanyak 65 kampung nelayan telah terbangun.Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan 65 KNMP tersebut merupakan pembangunan tahap pertama. Pemerintah masih akan melanjutkan pembangunan kampung nelayan lainnya untuk mengejar target 1.269 lokasi tahun ini.“Sekarang sudah 65 (KMNP terbangun), akan diselesaikan lagi 35. Jadi 2026 ini (targetnya terbangun) 1.269, (anggarannya) Rp 10 triliun,” kata Trenggono usai rapat Update pembangunan dan operasionalisasi KNMP di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Selasa (15/9).Pembangunan 65 KNMP tahap pertama sebelumnya telah dinyatakan selesai 100 persen pada akhir April 2026. Setelah tahap pertama, KKP melanjutkan pembangunan KNMP tahap berikutnya untuk memenuhi target 2026.Target 5.000 KNMP hingga 2029Trenggono mengatakan pembangunan KNMP akan dilakukan secara bertahap hingga 2029. Setelah menargetkan 1.269 lokasi pada 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan 1.000 lokasi pada 2027 dan 1.000 lokasi pada 2028.“(Target 5.000 KMNP), jadi 2026 ini 1.269, 2027 1.000, 2028 1.000, sisanya 2029,” ujar Trenggono.Menurut Trenggono, kebutuhan anggaran pembangunan setiap kampung nelayan berbeda karena disesuaikan dengan tema dan fungsi masing-masing lokasi. KNMP yang berfungsi sebagai hub membutuhkan anggaran sekitar Rp 8 miliar hingga Rp 11 miliar per lokasi.Sementara itu, KNMP yang berfungsi sebagai penyangga membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar per lokasi.“Anggarannya bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama,” imbuhnya.Untuk pembangunan 1.269 KNMP pada 2026, KKP memperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp 10 triliun.Ilustrasi kapal nelayan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparanSebelumnya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga 2029.Pembangunan KNMP ditujukan untuk memperkuat ekosistem usaha nelayan, terutama dalam penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran hasil tangkapan.Sejumlah fasilitas akan disediakan di KNMP, mulai dari balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Pemerintah juga menyiapkan koperasi nelayan untuk memperluas akses pasar.Program tersebut mulai menunjukkan aktivitas operasional. Dalam masa uji coba hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65 KNMP tahap I telah mengirimkan 273,6 ton hasil perikanan dengan nilai mencapai Rp 11,10 miliar.