Respons Kemenangan AfD, Kanselir Merz adakan Pertemuan Tingkat Tinggi Partai CDU

Wait 5 sec.

Kanselir Jerman Friedrich Merz bereaksi selama kunjungannya ke Kota Terlarang di Beijing, China, Kamis (26/2/2026). Foto: Tingshu Wang/REUTERSKanselir Jerman Friedrich Merz dijadwalkan menggelar pertemuan dengan jajaran eksekutif Partai Christian Democratic Union (CDU) pada Minggu (20/9). Dilansir AFP, Merz yang juga Ketum CDU ini dijadwalkan menggelar pertemuan usai pemilu negara bagian di Berlin dan Mecklenburg-Western Pomerania.Pertemuan tersebut digelar di tengah spekulasi Merz menghadapi tantangan dari internal CDU/CSU, terlebih jika partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) kembali menang pemilu di dua negara bagian itu. Sebelumnya, AfD telah mengalahkan CDU dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September.Merz bahkan membatalkan rencana kunjungannya ke New York untuk menghadiri debat umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan itu diambil agar dia dapat menghadiri pertemuan partai.Juru bicara CDU mengatakan jajaran eksekutif partai akan berkumpul setelah pemungutan suara di Berlin dan Mecklenburg-Western Pomerania. Hasil pemilu di kedua wilayah tersebut dinilai dapat menentukan posisi politik Merz di internal partai.AfD menjaring Popularitas Saingi CDU Jajak pendapat menunjukkan CDU bersaing ketat dengan partai kiri Die Linke di Berlin. Sementara di Mecklenburg-Western Pomerania, perolehan suara CDU diperkirakan hanya sekitar 7 persen.Di sisi lain, AfD diperkirakan kembali mengalami peningkatan suara dalam kedua pemilu negara bagian tersebut. Kondisi ini menambah tekanan terhadap Merz yang selama ini berupaya membendung penguatan partai sayap kanan tersebut.Dari jajak pendapat Forsa yang dirilis pekan ini menunjukkan hanya 10 persen responden yang puas dengan kinerja Merz sebagai kanselir.Delegasi menghadiri konvensi partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) di Magdeburg, Jerman, Sabtu (11/7/2026). Foto: JENS SCHLUTER/AFPMerz mulai menjabat sebagai kanselir pada Mei 2025. Dia berjanji menghidupkan kembali perekonomian Jerman yang stagnan, memperkuat pertahanan menghadapi Rusia, membatasi imigrasi ilegal, serta menjalankan sejumlah reformasi untuk menghentikan kenaikan dukungan terhadap AfD.Namun, AfD kini unggul atas CDU dalam jajak pendapat tingkat nasional. Dalam pemilu di Saxony-Anhalt pada 6 September, AfD mengalahkan CDU dengan perolehan suara hampir 44 persen berbanding 17 persen.Merz Disebut Berusaha Mempertahankan DukunganMerz telah lama menghadapi tingkat kepuasan publik yang rendah. Dalam beberapa waktu terakhir, kritik dari internal CDU juga semakin menguat sehingga muncul spekulasi sejumlah politikus berpengaruh di tingkat negara bagian berupaya menggulingkannya.Dua nama yang disebut berpotensi menggantikan Merz adalah Hendrik Wuest, Perdana Menteri Negara Bagian North Rhine-Westphalia, dan Markus Soeder, Perdana Menteri Bavaria sekaligus Ketua CSU.Dalam pidatonya pada Selasa (15/9), Merz menegaskan tetap akan menjalankan reformasi ekonomi dan kesejahteraan sosial yang telah disepakati bersama mitra koalisinya, Partai Sosial Demokrat (SPD)."Hasil pemilu yang pahit di Saxony-Anhalt tidak mengubah situasi apa pun," kata Merz. Sementara ilmuwan politik dari Ruhr University Bochum, Oliver Lembcke, menilai perkembangan di internal CDU menunjukkan Merz sendiri tampaknya mempertimbangkan kemungkinan masa jabatannya sebagai kanselir berakhir lebih cepat."Nampaknya, Merz berupaya menggalang dukungan. Terutama dari para pemimpin negara bagian," kata Lembcke kepada AFP.Menurut Lembcke, posisi Merz akan semakin sulit apabila para pemimpin negara bagian tidak menunjukkan dukungan terhadapnya setelah pemilu.