Cara Djarum Foundation Ajak Anak Belajar-Main di Festival Berpikir Komputasional

Wait 5 sec.

Siswa-siswi jenjang SD dan MI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengikuti Festival Berpikir Komputasional 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Minggu (20/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanBakti Pendidikan Djarum Foundation memiliki cara tersendiri untuk mengajak anak-anak belajar coding dan kecerdasan artifisial. Lewat Festival Berpikir Komputasional yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Minggu (20/9), Djarum ajak anak belajar sambil bermain juga aktif bergerak.Program Manager Djarum Foundation Marcella Marissa mengatakan, pihaknya mencoba untuk menggabungkan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial. Caranya dengan program berpikir komputasional."Pembelajaran dengan konsep permainan sebenarnya bisa diterapkan di kelas. Aspek kognitifnya mereka dapat lewat pembelajaran interaktif. Kami juga melibatkan orang tua," katanya, Minggu (20/9).Melalui Program Berpikir Komputasional ini, Djarum Foundation mengajak orang tua untuk memberikan pembelajaran yang menarik kepada anak. Output-nya membuat anak aktif bergerak."Kami ingin memberitahu orang tua kalau ternyata bisa membuat media belajar yang menyenangkan agar anak aktif bergerak serta memiliki kesempatan mengatasi masalah. Sehingga secara emosionalnya dapat, kegiatan fisiknya dapat dan promotifnya bisa bertumbuh," terangnya.Marcella juga berterima kasih kepada kepala sekolah dan guru yang sudah bersama-sama menjalankan program Berpikir Komputasional ini sejak 2024. Program Berpikir Komputasional ini sebagai bagian pembelajaran interaktif."Program Pelatihan Berpikir Komputasional ini seperti membuat robot dan lainnya ini sebagai bagian dari menerapkan pembelajaran interaktif di kelas. Kami dari Djarum Foundation juga sedang belajar soal ini termasuk dengan evaluasinya dan apa yang perlu dipertahankan," imbuhnya.Siswa-siswi jenjang SD dan MI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengikuti Festival Berpikir Komputasional 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Minggu (20/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanSementara, Plt Kadis Disdikpora Kudus Anggun Nugroho menilai Program Pelatihan Komputasional tak hanya sebatas soal coding dan AI semata. Melainkan memberikan manfaat untuk anak guna memecahkan permasalahan."Festival ini menjadi jembatan penting untuk pembelajaran anak. Sehingga anak memiliki kemampuan analisa dan mencipta. Salam hormat untuk Djarum Foundation yang mendukung pendidikan di Kudus. Khususnya berpikir komputasional," kata dia.Ia menambahkan, ketika anak bermain menyusun coding dan memecahkan soal, mereka melatih cara berpikir dan merancang solusi. Selain itu, anak juga diajarkan memperbaiki kesalahan secara mandiri."Pembelajaran yang diberikan tidak hanya teori di kelas semata. Melainkan juga belajar dengan permainan yang menyenangkan," terangnya.Pihaknya berharap Festival Berpikir Komputasional tak sekadar ajang lomba. Melainkan juga terus diasah ke depannya."Hal terpenting proses berpikirnya terus dilatih ke depannya," imbuhnya.Siswa-siswi jenjang SD dan MI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengikuti Festival Berpikir Komputasional 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Minggu (20/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanProgram Associate Djarum Foundation Richard Wu berharap dari acara Festival Berpikir Komputasional ini semakin tersebar luas di kalangan pendidikan. Pihaknya ingin, acara ini dapat meningkatkan kognitif anak."Apa yang kita lakukan ini merupakan hal yang benar. Program Berpikir Komputasional ini memiliki korelasi yang kuat untuk anak melakukan problem solving," ucapnya.