Anak suka menguping. Foto: Shutter StockPernah melihat anak diam-diam ikut mendengarkan saat orang tua sedang berbicara dengan orang lain, Moms? Tak sedikit orang tua yang mungkin langsung menegur atau meminta anak pergi karena menganggap perilaku tersebut tidak sopan.Namun sebenarnya, apakah anak yang suka menguping pembicaraan orang dewasa perlu dilarang? Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi, Psikolog, orang tua sebaiknya memahami terlebih dahulu alasan di balik perilaku tersebut sebelum buru-buru melarang anak.Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi.,Psi., Foto: Dok. Pribadi“Secara psikologis, kebiasaan anak menguping pembicaraan orang dewasa (terutama di usia 6–12 tahun) adalah fenomena perkembangan yang normal dan adaptif,” ujar Verauli kepada kumparanMOM, Selasa (15/9).Kenapa Anak Suka Menguping?Menurutnya, fungsi perilaku menguping dapat berbeda pada setiap tahapan usia. Pada usia batita hingga anak sekolah, kebiasaan tersebut berkaitan dengan proses anak dalam menyerap informasi, memahami emosi, hingga mengenali aturan sosial di sekitarnya.Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi, Psikolog, perilaku menguping dapat menjadi bagian dari perkembangan anak.Ilustrasi kedekatan orang tua dan anak. Foto: LightField Studios/ShutterstockUsia 1–3 tahun:Menguping menjadi cara anak menyerap informasi dari orang dewasa. Anak belajar kata-kata baru, fakta, norma sosial, hingga meniru tindakan orang dewasa.Usia 3–5 tahun:Anak mulai menggunakan “antena emosional” untuk membaca suasana. Mereka mengamati ketika orang dewasa sedang berdiskusi, marah, atau cemas untuk menyesuaikan responsnya.Ilustrasi anak menguping. Foto: ShutterstockStudi dalam jurnal Child Development juga menunjukkan, sejak berusia 18 bulan, anak sudah dapat melakukan “emotional eavesdropping”, yaitu mengamati reaksi emosional orang dewasa untuk menyesuaikan perilakunya.“Mereka mengamati reaksi emosional orang dewasa untuk memandu dan memodifikasi perilaku mereka sendiri agar terhindar dari konflik atau kemarahan,” imbuhnya.Tidak Perlu Dilarang atau Dihukum KerasMeski begitu, bukan berarti orang tua harus membiarkan anak menguping semua pembicaraan. Verauli mengatakan, anak tetap perlu diarahkan dan dikenalkan dengan konsep privasi serta batasan.Ilustrasi ibu marah kepada anak. Foto: Thanes.Op/Shutterstock“Secara umum, anak yang suka menguping tidak perlu dilarang secara total atau dihukum secara keras. Anak pada dasarnya hanya butuh diarahkan dan dibatasi,” tuturnya.Menurutnya, melarang anak secara agresif justru dapat memicu rasa cemas atau membuat mereka melakukan kebiasaan tersebut secara lebih sembunyi-sembunyi.Oleh karena itu, orang tua dapat mengubah pendekatan dari sekadar melarang menjadi mengajarkan konsep privasi dan boundaries secara lembut. Rasa ingin tahu anak juga tetap perlu divalidasi.Misalnya dengan mengatakan, “Ibu tahu kamu penasaran, tapi ini pembicaraan orang dewasa yang sifatnya pribadi. Nanti kalau sudah selesai, Ibu akan menceritakan bagian yang perlu kamu ketahui. Setuju?”