Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanWakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, merespons rencana reshuffle besar yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada tahun kedua masa jabatannya. Eddy bilang, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden."Pada prinsipnya, menteri itu adalah pembantu presiden. Dan presiden memiliki kedaulatan, hak prerogatif, untuk melakukan penyesuaian di dalam pemerintahannya. Apa pun, itu ada kedaulatan presiden," ujar Eddy kepada wartawan, Kamis (17/9).Eddy bilang, PAN merupakan partai pendukung Prabowo. Karenanya, PAN akan taat atas keputusan Prabowo."Kita sebagai partai yang mendukung Bapak Presiden, tentu taat dan patuh atas segala apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden berdasarkan hak prerogatifnya," ungkapnya.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetSebelumnya, rencana reshuffle besar itu diungkap langsung oleh Prabowo. Menurut Prabowo jika nanti ada reshuffle, maka tujuannya untuk menemukan the right man in the right place. Selain itu mungkin karena yang bersangkutan tersandung masalah hukum."Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang. Ya tentunya kita, organisasi ini, kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place ya, kompetensi dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar. Atau dia sendiri ada masalah, ya, kita enggak bisa hindari kan," kata Prabowo dalam wawancara "Presiden Prabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan dan Masa Depan Indonesia" dikutip dari akun YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9).Prabowo juga merasa dua tahun adalah waktu yang cukup untuk jajaran kabinetnya menunjukkan kemampuan mereka."Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? 2 tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," ujar Prabowo.