Mauro Zijlstra mencetak gol pertamanya bersama Arema FC, Jumat (4/9/2026). Foto: Instagram/ @aremafcofficialArema FC membuka opsi bermain tanpa penyerang murni melawan Persik Kediri, dalam Derby Jawa Timur. Tim kebanggaan masyarakat Malang saat ini memiliki empat penyerang murni bertipe target man di skuadnya yakni Gustavo Henrique, Mauro Zijlstra, Razza Fachrezi, dan Samuel Otusanya, yang baru didatangkan jelang pekan ketiga Super League.Dari nama-nama tersebut, tiga nama yakni Gustavo Henrique masih dibekap cedera, Mauro Zijlstra masih pemulihan kebugaran, pasca-cedera, Samuel Otusanya pun baru bergabung dan belum 100 persen pulih usai dibekap cedera. Satu-satunya penyerang murni yang tersedia yakni Razza Fachrezi, penyerang muda berusia 22 tahun yang risiko diturunkan di laga besar seperti derby.Zijlstra memang sudah mencetak satu gol di laga perdananya bersama Arema FC melawan Isen Mulang Kalteng FC. Tapi penyerang Diaspora Timnas Indonesia itu masih belum 100 persen fisiknya pulih. Hal ini membuat Arema FC mendatangkan Samuel Otusanya, penyerang muda 22 tahun asal Nigeria.Pelatih Arema FC Marcos Vinicius dos Santos Goncalves mengungkapkan, Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya memiliki karakteristik yang sama. Selain sama-sama bertipe target man, kedua pemain juga bisa bermain di sektor penyerang sayap yang lebih melebar."Kedua pemain itu memiliki karakteristik sama, dia (Zijlstra) mungkin sudah mencetak gol. Namun saat ini saya tidak memiliki sosok penyerang murni (nomor 9) yang siap pakai," ujar Marcos Vinicius dos Santos Goncalves atau Marcos Santos, saat konferensi pers di Kantor Arema FC, Kamis siang (17/9/2026).Sedangkan penyerang asing asal Nigeria Samuel Otusanya yang baru didatangkan Arema FC, juga masih terkendala dalam fisiknya. Secara fisik Otusanya disebut Marcos, belum siap 100 persen termasuk dari sisi pemahaman taktik dan adaptasi dengan tim. Hal ini membuatnya diragukan tampil melawan Persik Kediri dengan intensitas laga tinggi."Dia (Otusanya) baru saja pulih dari cedera yang membuatnya absen selama sekitar enam minggu, sehingga dia masih berlatih untuk mencapai kondisi fisik terbaiknya. Namun, Otsaneghez juga memiliki opsi untuk bermain sebagai pemain sayap, bukan hanya sebagai penyerang tengah," jelasnya.Makanya opsi bermain tanpa penyerang murni, menjadi hal yang bisa jadi dipilih oleh Marcos di laga melawan Persik Kediri, Jumat sore (18/9/2026). Apalagi kondisi ketiga penyerang Arema FC yang belum siap 100 persen di laga pekan ketiga.Di sisi lain, tanpa penyerang murni pun Arema FC menjadi tim terproduktif dalam dua laga terakhir dengan 7 gol yang dicetak, terdiri dari 4 gol di pekan pertama dan 3 gol di pekan kedua saat bertandang ke markas PSM Makassar.Pesepakbola Arema FC Marcos Vinicius Silvestre Gaspar berusaha melewati hadangan pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Gufron Al Maruf dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO"Penyerang memang memang penting dan merupakan bagian dari strategi, tetapi hal itu tidak menjadi satu-satunya penentu bagi kita. Kita punya berbagai cara dan opsi permainan yang berbeda, dan yang terpenting adalah memenangkan pertandingan," tegasnya.Laga Arema FC vs Persik Kediri akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada pekan ketiga Super League musim 2026 - 2027, Jumat sore (18/9/2026) pukul 15.30 WIB.