Ilustrasi anak balita mengunyah es batu. Foto: Shutter StockBagi sebagian anak, terutama di usia balita, es batu memang bisa menjadi sesuatu yang menarik. Selain terasa dingin, si kecil juga bisa menikmati rangsangan sensori saat es batu diisap. Bunyi “klutuk-klutuk” saat dikunyah pun bisa membuatnya semakin senang.Namun, apakah kebiasaan menggigit es batu bisa berdampak pada kesehatan gigi anak? Moms, dokter gigi menjelaskan, kebiasaan ini sebaiknya tidak dibiarkan terlalu sering karena es batu memiliki tekstur yang keras dan dapat memberikan tekanan pada gigi.Gigi Bisa Terkikis hingga PecahDokter Spesialis Gigi, drg. Melissa Delania, Sp. Pros, dalam acara memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 bersama SATU Dental di Jakarta Selatan, Selasa (14/9/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanDokter Gigi Subspesialis Prostodonsia, drg. Melissa Delania, Sp. Pros, mengatakan kebiasaan menggigit es batu tidak hanya berisiko bagi gigi anak, tetapi juga orang dewasa.“Nggak cuma sama anak-anak ya, tapi sama orang dewasa juga. Kalau suka gigit es batu, karena es batu itu keras ya,” ujar drg. Dela dalam acara memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 bersama SATU Dental di Jakarta Selatan, Selasa (14/9).Menurutnya, es batu yang keras dapat membuat gigi mengalami atrisi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan permukaan gigi terkikis dan berubah bentuk.Ilustrasi anak balita mengunyah es batu. Foto: Shutter Stock“Jadi biasanya suka membuat gigi itu jadi atrisi, atau giginya itu jadi kayak tajem-tajem gitu,” jelasnya.Selain menyebabkan gigi mengalami atrisi, kebiasaan menggigit es batu juga dapat meningkatkan risiko gigi pecah. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mengarahkan anak untuk tidak menggigit benda maupun makanan yang terlalu keras.“Dan juga risiko giginya bisa pecah. Jadi sebaiknya jangan suka menggigit barang-barang atau makanan yang terlalu keras,” tutup drg. Dela.