Dalam 24 Jam, 63 Orang Tewas dalam Pertempuran Houthi vs Pemerintah Yaman

Wait 5 sec.

Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Mohammed Huwais/AFPPertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas. Sedikitnya 63 orang tewas dalam pertempuran dan serangan udara selama 24 jam terakhir.Dilansir AFP, Kamis (17/9), sebanyak 23 tentara pemerintah Yaman tewas akibat serangan rudal dan drone Houthi di dua provinsi bagian barat daya Yaman.Sementara itu, sumber militer Houthi menyebut 40 anggotanya tewas akibat serangan udara Arab Saudi dan pertempuran darat.Pertempuran tersebut menjadi bagian dari eskalasi perang saudara Yaman yang kembali meningkat sejak Juli 2026. Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman sebelumnya relatif mereda sejak 2022.Dalam perkembangan terbaru, Houthi disebut telah memperluas wilayahnya hingga seluruh garis pantai Yaman di Laut Merah serta kawasan strategis Selat Bab al-Mandab. Penguasaan wilayah tersebut menjadi perhatian Saudi karena Bab al-Mandab merupakan jalur penting bagi perdagangan dan ekspor minyak.Houthi juga meningkatkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi. Pada Rabu (16/9), kelompok tersebut mengeklaim pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara ke wilayah Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam. Sebelumnya, Houthi juga mengeklaim Saudi melakukan puluhan serangan udara dalam sehari.Ketegangan semakin meningkat setelah Saudi menuduh Houthi mengarahkan serangan drone ke wilayah Makkah. Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak pernah menargetkan Makkah maupun situs-situs suci.Pada Kamis (17/9), Badan Pertahanan Sipil Saudi melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka setelah pecahan drone yang dicegat jatuh di wilayah Taif, di sebelah timur Makkah. Korban tewas disebut merupakan warga negara Yaman.Di tengah eskalasi tersebut, Amerika Serikat disebut telah bertemu dengan perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Menurut sumber Reuters, Houthi menyatakan tidak akan menyerang kapal Amerika Serikat serta tetap berkomitmen pada gencatan senjata dengan Washington yang disepakati pada 2025. Namun, kelompok itu tetap menargetkan kapal yang terkait dengan Arab Saudi.