Kasus Influenza Naik Jelang Akhir Tahun: Kata Kemenkes hingga Dorongan DPR

Wait 5 sec.

Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Pormezz/Shutterstock Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) dan Influenza A yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Meski demikian, Kemenkes memastikan situasi secara nasional masih terkendali dan belum menunjukkan adanya lonjakan tajam.​Pemerintah menyebut kenaikan kasus influenza tersebut berkaitan dengan faktor musiman serta kondisi lingkungan di beberapa daerah. Menanggapi perkembangan tersebut, DPR RI meminta pemerintah menjamin ketersediaan obat, memantau kepadatan instalasi gawat darurat (IGD), dan mengimbau masyarakat agar memperketat protokol kesehatan.​Berikut kumparan rangkum:​Kemenkes Pantau Kenaikan Kasus Influenza A di Jawa Timur​Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihak Kemenkes memantau titik-titik pemantauan atau sentinel yang menunjukkan adanya kenaikan kasus influenza, khususnya di wilayah Jawa Timur. Budi telah meminta jajaran Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) untuk mengecek langsung daerah yang mengalami kenaikan.​“Nah, kalau itu saya belum lihat adanya lonjakan. Memang kita ada beberapa sentinel atau beberapa titik-titik yang kita lihat ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur di beberapa titik agak naik. Memang saya sudah minta teman-teman dari P2P untuk lihat di daerah-daerah mana khususnya, karena itu kan menular, ya,” kata Budi.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan​Budi menjelaskan Influenza A bukan jenis virus yang mematikan dan dapat disembuhkan melalui pengobatan biasa.​“Cuma kalau influenza A ini, ini kan bukan influenza yang mematikan, kan. Yang kita takutkan kan yang ada H5, yang dulu pernah kejadian yang flu burung itu, ya,” ujar Budi.​“Saya lagi lihat apakah penanganannya di sana juga baik apa enggak. Ini sebenarnya dengan pengobatan biasa harusnya bisa disembuhkan,” tutur Budi.​Kemenkes Sebut Tren Musiman dan Kapasitas Faskes Masih Mencukupi​Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menuturkan bahwa kenaikan kasus influenza-like illness (ILI) di beberapa daerah masih berkaitan dengan tren musiman. Faktor lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga erupsi gunung berapi turut memengaruhi tren gangguan pernapasan.​“Influenza-like illness, atau ILI istilahnya. Jadi memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya 2025-2026, dia memang seasonal ya, seasonal flu,” jelas Aji.Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman di depan Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan ​Aji menjelaskan kelompok yang rentan terdampak adalah anak-anak, balita, dan lansia. Kemenkes memastikan daya tampung fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik masih mencukupi untuk melayani pasien.​“Memang hanya di satu-dua rumah sakit yang penuh gitu, kan bisa juga yang lain masih bisa siap siaga ya. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam,” ungkap Aji.​“Itu saya pikir masih saat ini daya tampungnya, kapasitas untuk melayani kasus-kasus influenza di beberapa daerah masih mencukupi,” lanjutnya.​Aji mengimbau masyarakat rentan untuk menjaga daya tahan tubuh serta memakai masker atau menjaga jarak bila berdekatan dengan orang yang sedang sakit.​“Kalau yang sakit, ya sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat ya. Kalau memang sakit berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” tutup Aji.​RSAB Harapan Kita Sebut Kondisi Masih Batas Normal​Direktur Utama RSAB Harapan Kita Reni Wigati menyampaikan bahwa kasus Influenza A di RSAB Harapan Kita sejauh ini masih dalam batas normal.​“Kalau influenza A, di RSAB masih dalam batas biasa. Artinya, belum ada peningkatan secara objektif, tetapi kami akan pantau terus,” kata Reni.​Reni memaparkan bahwa untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi, dokter akan melakukan pemeriksaan panel virus atau bakteri. Ia menambahkan gejala Influenza A bisa lebih berat daripada batuk pilek biasa.​“Biasanya gejalanya lebih berat, bahkan bisa sampai pneumonia, yaitu peradangan saluran pernapasan bawah atau sampai ke paru-paru. Itu sebabnya gejalanya bisa lebih berat dibandingkan common cold atau selesma (batuk pilek biasa),” terang Reni.​DPR Minta Pemerintah Siapkan Obat dan Edukasi Masyarakat​Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat-obatan serta kesiapan fasilitas kesehatan menyusul laporan kepadatan IGD rumah sakit di beberapa kawasan.​“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan.​Puan menegaskan pentingnya penyampaian informasi resmi dan terbuka agar tidak memicu keresahan warga.Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa​“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” tuturnya.​“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan.​Puan juga mengingatkan agar perlindungan kesehatan dapat diakses seluruh kalangan serta mendorong penguatan protokol kesehatan.​“Meskipun seperti yang disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan hal wajar karena bersifat musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.​“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.​“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” tutupnya.