Tentara Houthi di Yaman. Foto: REUTERS/Khaled AbdullahPejabat Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah bertemu dengan perwakilan kelompok Houthi Yaman di Oman pada akhir pekan lalu. Dilansir Reuters, pertemuan yang sebelumnya tidak dipublikasikan itu berlangsung di Kedutaan Besar AS di Muscat.Pada Kamis (17/9), lima sumber Reuters yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan pemerintah Oman membantu mengatur pembicaraan. Salah satu sumber menyebut pertemuan berlangsung pada Minggu, pada akhir pekan lalu. Houthi Tak Akan Serang Kapal Israel-AS, Targetkan SaudiDalam pertemuan itu, Houthi menyampaikan kepada pejabat AS bahwa mereka tidak berniat menyerang kapal-kapal Amerika. Mereka juga mengatakan tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata dengan AS yang disepakati pada 2025. Salah satu sumber asal Yaman mengatakan Houthi juga menyatakan tidak akan menyerang kapal Israel maupun kapal komersial lainnya, kecuali kapal yang terkait dengan Arab Saudi.Ilustrasi Laut Merah. Foto: Ali Chehade Farhat/ShutterstockDelegasi AS dalam pertemuan tersebut disebut terdiri dari personel kedutaan. Sementara itu, delegasi Houthi antara lain dihadiri pejabat senior Mohammad Abdulsalam dan Abdelmalik al-Ajri, menurut sumber Reuters. Kementerian Luar Negeri AS tidak mengonfirmasi pertemuan tersebut. Namun, seorang juru bicara mengatakan menjaga kebebasan navigasi di Laut Merah serta mencegah penyebaran terorisme dari Timur Tengah merupakan kepentingan utama Washington.Pertemuan berlangsung setelah Houthi menguasai secara efektif sebagian besar garis pantai Yaman di Laut Merah, termasuk Pelabuhan Mocha dan Pulau Perim di Selat Bab al-Mandab. Ini adalah pertemuan penting sejak Houthi kembali mengintensifkan serangan dalam perang yang telah berlangsung sejak 2014 tersebut. Pertempuran kembali meningkat pada Juli setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi di Laut Merah. Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut telah menghubungi Presiden AS Donald Trump untuk meminta dukungan militer. Reuters melaporkan Washington menyampaikan bahwa AS tidak akan terlibat langsung dalam pertempuran tersebut.