Naikkan Suku Bunga Usai 3 Tahun, The Fed Beri Sinyal Hawkish hingga Akhir Tahun

Wait 5 sec.

Federal Reserve. Foto: ShutterstockBank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal kenaikan tambahan pada tahun ini. Kebijakan ini sekaligus menguji hubungan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dengan Presiden AS, Donald Trump, yang berulang kali mendesak bank sentral menurunkan suku bunga.“Kami mengurangi sebagian akomodasi sehingga kondisi keuangan dan kredit menjadi lebih sesuai dengan tujuan akhir kami,” kata Warsh dalam konferensi pers setelah keputusan tersebut, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (17/9).Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada Rabu (16/9) waktu setempat, sepakat secara bulat menaikkan federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen. Ini merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023.Namun, yang menjadi perhatian pasar bukan hanya kenaikan suku bunga tersebut. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan para pejabat bank sentral mulai melihat tingkat suku bunga yang lebih tinggi hingga 2026.Federal Reserve. Foto: ShutterstockDalam proyeksi yang dirilis Rabu (16/9), median proyeksi suku bunga pada akhir 2026 naik menjadi 4,1 persen dari sebelumnya 3,8 persen. Sinyal ini menunjukkan dukungan yang semakin besar di internal The Fed terhadap serangkaian kenaikan suku bunga.Sebanyak 16 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.Sementara pada 2027, median proyeksi menunjukkan tidak ada kenaikan suku bunga tambahan. Meski demikian, 8 pembuat kebijakan menginginkan suku bunga naik lagi sebesar 25 basis poin hingga akhir 2027 dibandingkan level saat ini.Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSTrump Minta Suku Bunga 1 Persen atau Lebih RendahKenaikan suku bunga itu mendapat respons dari Trump. Melalui media sosial setelah keputusan The Fed, Trump mengatakan suku bunga AS seharusnya berada di level 1 persen atau lebih rendah, meski tidak secara langsung menyebut Warsh.“Kami ‘menanggung’ hampir setiap negara di dunia, dan hal itu tidak bisa terus berlanjut,” kata Trump.Kepada wartawan pada Rabu (16/9), Trump mengatakan telah berbicara dengan Warsh dan masih memiliki kepercayaan terhadap ketua The Fed itu.“Anda sebaiknya memilih bersama dewan karena itu tidak akan menjadi masalah. Dewan tersebut sangat bermusuhan, sangat politis,” ujar Trump.Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh, meninggalkan East Room di Gedung Putih setelah upacara pelantikannya di Washington, DC, Jumat (22/5/2026). Foto: AARON SCHWARTZ/AFPDi sisi lain, Warsh menegaskan kekhawatirannya terhadap inflasi. Menurut dia, terlalu banyak kategori barang dan jasa yang masih mencatat kenaikan harga tahunan di atas 3 persen dalam basis 6 bulan dan 12 bulan.“Angka inflasi pada musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik,” kata Warsh.Pasar obligasi langsung merespons. Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan The Fed, menghapus penurunan sebelumnya dan naik ke 4,73 persen.Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turut naik selama konferensi pers Warsh, membalikkan penurunan sebelumnya dan akhirnya menembus 5 persen.