Cinta Laura hadiri World Premiere film Para Perasuk (Levitating) di Sundance Film Festival 2026. Foto: Dok. IstimewaAktris Cinta Laura menyoroti fenomena generasi cemas (anxious generation) yang menurutnya tengah melanda kalangan muda Indonesia.Cinta Laura mengingatkan, generasi masa kini perlu keluar dari hal serba instan agar mampu bertahan hidup dan menjadi kelompok lansia yang mandiri di masa depan."Enggak bisa dipungkiri, aku memiliki sebuah kegelisahan untuk generasiku maupun yang di bawahku, karena kami memang bisa dibilang anxious generation," ujar Cinta Laura di Jakarta.Menurut Cinta, tantangan anak muda saat ini ialah keterikatan pada kepuasan jangka pendek akibat era digital."Bisa dibilang anak muda zaman sekarang bukannya tidak peduli masa depan, tapi aku merasa mereka terlalu tenggelam dan terpaku dengan apa yang terjadi sekarang. Mereka merasa layak mendapatkan instant gratification atau merasa tidak mau melalui proses atau perjalanan yang sulit agar bisa mencapai apa yang mereka inginkan," tutur Cinta.Cinta menegaskan, pola pikir ini berbahaya bagi daya tahan generasi muda. "Dan itu sangat berbahaya (very dangerous), karena tentunya success in anything good takes time," imbuh Cinta.Persiapan FinansialDalam pemaparannya, Cinta juga menekankan pentingnya pendekatan literasi keuangan yang realistis dan tidak memukul rata kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, literasi finansial di negara berkembang seperti Indonesia harus dimulai dari hal paling mendasar."Kalau kita omongin financial literacy, kita tidak bisa berekspektasi seorang yang datang dari menengah ke bawah akan mengerti reksadana itu apa, obligasi itu apa. Jadi financial planning pun buat anak muda, tergantung mereka datang dari kalangan mana, akan sangat berbeda," jelas Cinta.Ia menambahkan, langkah awal yang paling krusial adalah memahami arus keuangan harian."I think we should start with the very, very basic, yaitu mengerti expenses (pengeluaran) kita, pendapatan kita, and so on and so forth," tegas Cinta.Artis Cinta Laura ditemui usia pementasan Terbitlah Terang di Kawasan Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanTransisi Demografi IndonesiaPandangan Cinta Laura ini diungkapnya dalam peluncuran riset "Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?" yang digelar oleh DBS Foundation.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mulai memasuki fase populasi menua (ageing society) dengan proporsi lansia mencapai 12 persen pada 2025, dan berpotensi melonjak hingga 20 persen pada 2045.Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyebut persiapan populasi menua idealnya dimulai sejak usia kerja melalui kesiapan sosial dan finansial."Persiapan menghadapi populasi menua perlu dipersiapkan sejak usia produktif. Kami berkomitmen mendukung kesiapan masyarakat rentan agar lebih tangguh melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga literasi keuangan dan persiapan pensiun," tutup Mona.