Ilustrasi velg mobil penyok atau peyang. Foto: Dok. Dadboss HyakunaVelg penyok atau peyang menjadi salah satu keluhan yang sering dialami pemilik mobil di perkotaan. Kondisi jalan berlubang selama ini dianggap sebagai penyebab utamanya. Sejumlah faktor lain ternyata ikut membuat velg mobil lebih rentan berubah bentuk.Diwan, pemilik bengkel reparasi velg Eurovolution, mengatakan bahwa sumber kerusakan umumnya berasal dari kondisi infrastruktur jalan. Ancamannya meluas sampai ke elemen jalan lain yang jarang diperhatikan pengemudi.“Banyak lubang, tambalan aspal, terus tutup got yang pinggirannya tajam. Polisi tidur juga dibuat sembarangan, ada yang kelewat tinggi, ada yang kelewat tajam,” ujarnya saat ditemui kumparan di Condet, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026).Adapun, faktor kedua datang dari tekanan angin ban. Tekanan yang menyusut tanpa disadari, baik akibat suhu dingin maupun bocor halus karena tertusuk paku, membuat daya redam ban melemah.Ilustrasi ragam velg mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKondisi tersebut diperparah oleh pemakaian ban berprofil tipis. Semakin tipis dinding ban, semakin kecil bantalan yang melindungi bibir velg saat menghantam sesuatu.“Yang utama angin ban jangan sampai kurang, malah lebihin sedikit. Standarnya 30 psi, diisi 33 atau 34 nggak masalah,” imbuhnya.Di sisi lain, komponen kaki-kaki yang tidak sehat turut berkontribusi. Shock breaker yang sudah lemah membuat permukaan ban bergelombang. Hal ini membuat ban tidak lagi bulat sempurna sehingga velg menerima beban yang tak merata.Tak hanya itu, modifikasi stance atau velg flush dengan sudut camber miring ekstrem ikut memperbesar risiko. Pada setelan tersebut, benturan hanya ditahan satu sisi velg, bukan seluruh permukaan.Ilustrasi modifikasi mobil ceper dengan modifikasi stance. Foto: Dok. Auto Society“Modifikasi seperti itu memang agak rentan penyok, tapi biasanya orang-orang yang memakainya sudah tahu risikonya. Tampilannya keren, jadi sebanding dengan risikonya. Selain itu ban juga lebih cepat habis dan yang habis lebih dulu pasti bagian dalam,” sebutnya.Bicara harga, Diwan bilang perbaikan velg penyok dipatok berdasarkan ukuran. Untuk ring 17 ke bawah dibanderol Rp 175 ribu, Rp 200 ribu untuk ring 18, dan Rp 225 ribu untuk ring 19. Sementara itu, bongkar pasang ban sekaligus balancing dikenakan Rp 25 ribu untuk ring 16 ke bawah dan Rp 35 ribu untuk ring 17 dan 18."Benerin peyang normal sekitar 15-20 menit. Kami panasin dulu sampai materialnya lentur, baru di-press di mesin yang pakai satuan akurasi milimeter. Kalau udah dingin lagi, suhunya normal, udah kembali semula velg-nya," tandasnya.