Nasib 2.400 Konsumen LRT City Diputuskan Oktober, Pemerintah Audit Investigatif

Wait 5 sec.

Eastern Gern LRT City Bekasi. Foto: Dok. Adhi Commuter PropertyDanantara Indonesia menyiapkan suntikan dana Rp 456 miliar untuk membantu menyelesaikan proyek apartemen LRT City yang mandek di sejumlah lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian kepada sekitar 2.400 konsumen yang telah membeli unit.Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf mengatakan, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan LRT City diseluruh 12 lokasi dari suntikan dana tersebut."Memang kita ada rencana membangun semuanya di 12 lokasi," kata Aminuddin di Kantor BUMN, Selasa (15/9).Aminuddin menjelaskan, tidak semua proyek di 12 lokasi tersebut berada dalam kondisi yang sama. Terdapat sejumlah proyek sudah berjalan tetapi belum selesai, sementara beberapa lokasi lainnya bahkan belum mulai dibangun."Ada juga yang sama sekali belum dibangun, dan nanti kita bangun," ujarnya.Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan LRT City yang telah berlangsung cukup lama. Diskusi lanjutan penyelesaian persoalan proyek LRT City ini dilakukan dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor BUMN.Aminuddin mengatakan pemerintah tidak akan lepas tangan dan berkomitmen mencari jalan keluar bagi seluruh pihak yang terdampak.Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri PKP Maruarar Sirait, Wamen ESDM Yuliot, Waka BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, Dirut KAI Bobby Rasyidin, dan Dirut PTPN Denaldy Mauna di Gedung Setkab, Jumat (22/5/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet"Kami tidak berpangku tangan, cuci tangan juga tidak sama sekali. Kami bertanggung jawab pada seluruh korban, negara hadir dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan," ujarnya.Untuk memastikan proses penyelesaian berjalan, pemerintah juga membentuk tim pengawas yang melibatkan perwakilan konsumen, Kementerian PKP, dan BP BUMN.Aminuddin mengatakan, pihaknya juga akan turun langsung ke 12 lokasi proyek dalam waktu dekat untuk melihat kondisi masing-masing proyek."Minggu ini sampai minggu depan saya rencana keliling lokasi itu. Nanti kita identifikasi mana yang pertama sangat layak untuk dilanjutkan, yang kedua juga memang keterjualannya sudah paling banyak. Tapi memang 12 lokasi itu kita mau bangun semuanya," jelasnya.12 lokasi pembangunan proyek LRT City di antaranya yaitu Sentul, LRT City Bekasi (Eastern Green dan Green Avenue), Cisauk Point, Jatibening, Ciracas, Oase Park, LRT City MTH, Tebet, Sentul, Grand Central Bogor, dan Cibubur.Nasib Konsumen Ditentukan OktoberPT Adhi Persada Properti (APP) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP), bersinergi membangun apartmen LRT City Green Avenue, Bekasi Timur Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparanDi sisi lain, pemerintah belum memutuskan apakah dana Rp 456 miliar tersebut hanya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan atau juga dapat dialokasikan untuk skema pengembalian dana atau refund kepada konsumen.Aminuddin menjelaskan pemerintah masih menunggu hasil inventarisasi persoalan dari para konsumen."Soal refund, kita belum ada pilihan untuk itu. Nanti sekali lagi kami menunggu hasil dari inventaris masalah dari korban," ujarnya.Lebih lanjut, sekitar 2.400 konsumen LRT City kini diberikan waktu hingga 1 Oktober 2026 untuk menyampaikan aspirasi, pertanyaan, dan persoalan yang mereka hadapi.Perwakilan konsumen, Ryan Diva yang hadir dalam pertemuan tersebut akan menginventarisasi seluruh persoalan tersebut untuk kemudian dibahas bersama pemerintah. Hasil inventarisasi itu nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah penyelesaian berikutnya.Aminuddin mengatakan pertemuan lanjutan direncanakan berlangsung pada 10-15 Oktober 2026."Jadi sampai tanggal 1 Oktober kita lihat inventarisir masalah dari teman-teman itu seperti apa. Nanti kami coba membuat pertemuan lanjutan antara tanggal 10 sampai tanggal 15 Oktober," katanya.Menteri PKP Maruarar Sirait juga meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek LRT City menjalani audit. Jika diperlukan, audit tersebut dilakukan secara investigatif untuk mengetahui persoalan yang menyebabkan proyek terhenti serta pihak yang harus bertanggung jawab.Maruarar menegaskan, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan hukum. Menurutnya, langkah tersebut penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada proyek lainnya."Saya juga sudah minta tadi kepada Pak Dony, diminta BUMN-nya diaudit. Kalau perlu audit investigasi dan siapa yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab. Tolong hukum ditegakkan supaya ada efek jera," kata Maruarar.Sementara itu, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Moeharmein Zein Chaniago menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen LRT City. Sebagai perusahaan induk, Adhi Karya menyatakan akan mengawal penyelesaian proyek tersebut sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan."Kami juga minta maaf. Saya sebagai holding, sebagai Dirut daripada perusahaan induknya, juga diminta dan ini sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan oleh Pak Ara maupun Pak Dony," ujar Chaniago.Ia mengatakan Adhi Karya akan memantau proses inventarisasi seluruh persoalan konsumen yang ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026.Setelah itu, pemerintah dan pihak terkait akan membahas pola penyelesaian proyek pada 8-15 Oktober 2026."Pada tanggal 1 Oktober nanti kita akan lihat betul masuk semua persoalan-persoalan yang sudah diinventarisir tadi. Kemudian dari tanggal 8 sampai 15 Oktober tadi juga disepakati sama-sama, kita akan melakukan keputusan terhadap pola penyelesaian daripada proyek ini," jelasnya.Chaniago memastikan proyek akan diselesaikan dengan kualitas yang baik agar tidak kembali merugikan konsumen."Yang jelas proyek ini diminta oleh pemegang saham untuk diselesaikan dengan kualitas yang terbaik, supaya tidak ada lagi konsumen atau korban yang dizalimi," katanya.