Menperin Soal Nasib Insentif Motor Listrik dan Proyek Molinas

Wait 5 sec.

Motor listrik nasional Cakra NX1. Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenKementerian Perindustrian (Kemenperin) mengabarkan kelanjutan program Mobil Listrik Nasional (Molinas) serta kepastian skema insentif motor listrik di dalam negeri kini masih dalam tahap koordinasi bersama Kementerian Keuangan.Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa regulasi teknis serta besaran insentif kendaraan listrik masih harus dibahas bersama jajaran Menteri Keuangan yang baru saja resmi dilantik."Molinas ya tadinya saya mau bicara, tapi nanti saya bicara dengan Menteri Keuangan yang baru. Tetapi Molinas pada dasarnya sebuah program dari Bapak Presiden yang harus jalan," ujar Agus saat ditemui di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9/2026).Agus menjelaskan bahwa payung hukum pengembangan kendaraan listrik nasional tersebut sudah dikuatkan melalui surat keputusan resmi dari Presiden, dengan keterlibatan aktif Kemenperin dalam pengawasan proyek.Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan"Dan itu sudah ada surat keputusan dari Bapak Presiden, dan kami dari Kemenperin cukup terlibat secara aktif. Komunikasi dan sinergi antara kami dengan Pindad, yang ditunjuk oleh Bapak Presiden, juga berjalan terus," lanjutnya.Mengenai pengerjaan fisik di lapangan, Kemenperin mengindikasikan bahwa proyek pengembangan fasilitas produksi kendaraan listrik tersebut sudah memasuki tahap awal penyiapan lahan."Dan kalau enggak salah sekarang mereka sudah masuk ke dalam tahap land clearing. Tapi artinya, Molinas itu sebuah program yang memang menjadi program prioritas dari Bapak Presiden," tegas Agus.Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparanSementara itu, menanggapi rumusan insentif pembelian sepeda motor listrik yang dikabarkan akan disesuaikan menjadi nominal Rp 3 juta per unit, Agus mengaku belum bisa memberikan kepastian angka resmi."Saya enggak tahu, Menteri Keuangan yang baru. Saya belum bisa bicara," kata Menperin singkat saat dikonfirmasi mengenai besaran subsidi tersebut.Kepastian waktu pelaksanaan serta potensi perubahan skema insentif per September ini juga belum dapat dikonfirmasi sebelum adanya pembahasan lintas kementerian secara formal."Saya enggak pernah bilang bisa September. Saya harus bicara sama Menteri Keuangan yang baru, baru saya tahu seperti apa policy-nya," tuturnya.Menperin mengimbau agar publik dan pelaku industri otomotif menunggu hasil harmonisasi kebijakan fiskal bersama Kemenkeu untuk memastikan kestabilan iklim investasi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air."Saya belum bisa berkomunikasi, (Menkeu Suahazil Nazara) baru dilantik kemarin. Tanya ke Menteri Keuangan yang baru," ucap Agus.Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparanPeluncuran Molinas dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Cikarang, Jawa Barat, pertengahan Agustus 2026 lalu. Lewat model Cakra NX1, Presiden menekankan pentingnya integrasi industri kendaraan listrik buatan dalam negeri. Namun terkait skema penjualan dan cara kepemilikan belum diungkapkan secara detail. Selain itu spesifikasi dan harga dari Cakra NX1 yang basisnya menggunakan ALVA N3 juga belum dipublikasikan oleh pabrikan.