Gua Hira, Jabal Nur, Makkah, Arab Saudi, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Citro AtmokoOrganisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan kelompok Houthi terhadap Makkah dan wilayah Madinah di Arab Saudi. OKI menyebut serangan terhadap situs-situs suci umat Islam, masjid, dan infrastruktur sipil sebagai tindakan terorisme.Kecaman itu disampaikan Sekretariat Jenderal OKI dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (15/9).“Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam mengecam serangan keji yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Kota Makkah dan wilayah Madinah, serta agresi yang terus dilakukan terhadap Kerajaan Arab Saudi,” demikian pernyataan OKI yang dikutip dari situs resmi OKI.OKI menyebut serangan tersebut menebar ketakutan di kalangan warga sipil, melanggar kesucian situs-situs suci dan masjid, serta memprovokasi umat Islam di seluruh dunia.OKI juga menilai tindakan yang dilakukan milisi Houthi terhadap situs-situs suci, masjid, dan infrastruktur sipil sebagai terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma, prinsip, dan hukum internasional.“Pelanggaran terhadap kesucian situs-situs suci merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi,” kata OKI.OKI menegaskan diperlukan langkah untuk mencegah pelaku serta menghentikan pihak mana pun yang berani melanggar kesucian situs-situs tersebut.Organisasi yang beranggotakan negara-negara Islam dan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim itu juga menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi. OKI mendukung langkah yang diambil Riyadh untuk mencegah serangan, menjaga kesucian situs-situs suci dan keselamatan umat Islam, serta melindungi keamanan dan kedaulatan Arab Saudi.Pernyataan OKI dirilis setelah Arab Saudi mengatakan pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Makkah pada Selasa (15/9).Drone tersebut disebut berhasil dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut.Houthi MembantahHouthi membantah bahwa kelompok tersebut mengancam Makkah maupun situs-situs suci Islam. Mereka menyebut tuduhan Saudi itu sebagai "kebohongan usang".