Pemain Timnas Portugal Cristiano Ronaldo kecewa usai Timnas Spanyol mencetak gol pada pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Texas, AS, Senin (6/7/2026). Foto: Tim Heitman/Imagn Image via REUTERSDunia sepak bola Arab Saudi diguncang aksi tidak terpuji dari oknum suporter yang mengejek tragedi wafatnya mantan bintang Liverpool, Diogo Jota. Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, bereaksi keras atas tindakan provokatif tersebut dan menuntut otoritas liga menjatuhkan hukuman larangan masuk stadion seumur hidup bagi para pelaku.Insiden memilukan ini terjadi dalam laga Saudi Pro League saat Al Hilal melumat Al Taawoun dengan skor telak 6-0. Gelandang Al Hilal, Ruben Neves, menjadi sasaran ejekan keji dari tribune penonton yang terus-menerus meneriakkan nama mendiang sahabat dekatnya tersebut sepanjang pertandingan.Diogo Jota berpulang secara tragis bersama saudara laki-lakinya, Andre Silva, dalam sebuah kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli lalu di usia 28 tahun. Kehilangan mendalam ini sangat dirasakan oleh Ruben Neves, yang merupakan sahabat karib sekaligus mantan rekan setim Jota di Wolves dan tim nasional Portugal.Sebagai bentuk penghormatan, Neves kini mengenakan nomor punggung 21 saat membela negaranya dan memiliki tato khusus yang menggambarkan momen pelukan hangat bersama mendiang Jota. Namun, kenangan emosional tersebut justru dieksploitasi oleh sekelompok penonton di Arab Saudi untuk merusak fokus sang pemain di lapangan hijau.Suasana haru menyelimuti pemakaman pemain sepakbola Portugal dan Liverpool, Diogo Jota. Foto: Pedro Nunes/REUTERSKemarahan Cristiano Ronaldo dan Respons Sarkasme Ruben NevesCristiano Ronaldo tidak tinggal diam melihat kompatriotnya dilecehkan secara emosional. Penyerang andalan Al Nassr tersebut langsung menyuarakan kecamannya melalui media sosial pribadi dengan menuntut tindakan tegas dari penyelenggara kompetisi.Ronaldo menuliskan kegeramannya dengan menegaskan bahwa aksi semacam ini sudah mencederai sportivitas. “Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini,” tulis kapten timnas Portugal tersebut. “Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasan. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh diizinkan masuk ke stadion lagi.”Di sisi lain, Neves merespons ejekan tersebut di lapangan dengan memberikan tepuk tangan sarkas ke arah tribune penonton sembari menunjuk ke arah langit. Seusai laga, ia memberikan sindiran menohok kepada para pelaku perundungan dengan mengatakan, “Saya hanya berharap mereka tidak pergi untuk berdoa setelah apa yang mereka lakukan.”Investigasi Resmi Otoritas Sepak Bola Arab SaudiSikap tidak terpuji kelompok suporter tersebut langsung memicu kecaman luas dari berbagai pihak, termasuk dari manajemen klub Al Hilal dan Al Taawoun. Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) bersama pihak pengelola Saudi Pro League juga telah merilis pernyataan resmi bersama untuk menyikapi insiden memilukan ini.Kedua lembaga tertinggi sepak bola di negara tersebut menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi untuk memprovokasi atau melecehkan orang lain adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Komite disiplin SAFF menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi bukti-bukti di lapangan dan kini tengah menjalankan investigasi menyeluruh guna menjatuhkan sanksi yang setimpal.