Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 tahun 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin pemerintah memberikan obat hipertensi secara gratis kepada 20 hingga 40 juta masyarakat Indonesia yang mengalami tekanan darah tinggi.Hal itu disampaikan Budi dalam paparannya pada Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).Budi mengatakan, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit serius, termasuk stroke dan serangan jantung. Padahal, kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan konsumsi obat secara rutin.Ia mencontohkan amlodipine, obat yang dapat dikonsumsi setiap hari oleh penderita hipertensi. Budi menyebut biaya obat tersebut sekitar USD 40 per tahun.Ilustrasi cek hipertensi di rumah sakit. Foto: Shutterstock“Kalau Anda mengalami hipertensi, saya baru mengetahui bahwa Anda bisa mengonsumsi pil harian bernama amlodipine setiap hari. Mudah-mudahan hipertensi Anda bisa terkendali,” jelasnya.Budi membandingkan biaya tersebut dengan pengobatan stroke yang jauh lebih mahal. Menurutnya, biaya rawat inap akibat stroke setidaknya mencapai USD 10 ribu, bahkan bisa mencapai USD 50 ribu di rumah sakit mahal dan USD 100 ribu jika dirawat di Singapura.“Jadi, Anda bisa membayangkan, jauh lebih murah dan kualitas hidup jauh lebih baik jika Anda melakukan skrining yang tepat dan mengonsumsi obat setiap hari,” ujarnya.Karena itu, Budi berharap dukungan para donor untuk membantu pemerintah menyediakan amlodipine gratis bagi masyarakat yang terdeteksi mengalami hipertensi melalui pemeriksaan kesehatan.“Jadi saya membutuhkan bantuan Anda, bukan hanya untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga memfasilitasi pemerintah Indonesia. Ketika kami melakukan skrining, kami akan memberikan amlodipine gratis kepada mungkin 20 juta, 30 juta, atau 40 juta orang Indonesia yang mengalami hipertensi, karena itu lebih murah,” tutur Budi.