2 Pelaku Curanmor Beraksi Pakai Pistol Mainan di Depok, Berujung Dihajar Warga

Wait 5 sec.

Bukti senjata api mainan yang dibawa dua pria di Depok saat mencoba mencuri motor warga. Foto: Dok. IstimewaDua pelaku percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata pistol mainan ditangkap jajaran Polsek Sukmajaya, Polres Metro Depok. Keduanya kepergok warga saat beraksi di Alfamart Jati Mulya, Sukmajaya, Depok, Sabtu (19/9).Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, Iptu Mulyanto, mengatakan penangkapan bermula dari laporan warga yang resah melihat gerak-gerik mencurigakan kedua pelaku di parkiran minimarket. Laporan itu kemudian diteruskan oleh Bhabinkamtibmas Kali Baru ke Polsek Sukmajaya."Hari ini kita mengamankan dua orang pelaku percobaan pencurian motor. Berdasarkan laporan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kali Baru menghubungi Polsek Sukmajaya. Piket Reskrim cek, betul ada dua orang diamankan warga," ujar Mulyanto di lokasi.Saat hendak ditangkap warga, kedua pelaku sempat kabur berpencar dan diamankan di dua lokasi berbeda."Untuk satu pelaku diamankan di Kali Baru. Yang kedua di Pos Satpam Perumahan Bhakti Vila, Cibinong. Jadi pelaku ini kabur, ada dua tempat," jelasnya.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu pucuk pistol mainan warna hitam, tiga buah kunci letter T, satu tas hitam, dan satu unit motor matic hitam milik pelaku yang digunakan untuk beraksi di wilayah Sukmajaya-Cilodong.Mulyanto menjelaskan, pistol mainan tersebut sengaja dibawa pelaku untuk menakuti korban atau warga jika aksinya kepergok."Senjata mainan itu dari hasil pemeriksaan untuk menakuti korban kalau dia kepergok saat beraksi," katanya.Kedua pelaku juga sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram sebelum polisi tiba di lokasi kejadian."Betul, kondisi pelaku sudah luka-luka. Setelah cek Dokkes, muka dan kaki kiri lebam, ada bocor di kepala, dan badan merah-merah. Hasil dari masyarakat yang mungkin tidak puas dan kesal," ungkap Mulyanto.Dari hasil interogasi awal, kedua pelaku diketahui bernama Yusuf dan Sofyan. Yusuf yang berusia lebih muda memanggil Sofyan dengan sebutan abang."Dari hasil interogasi si Yusuf yang kecil bilang memanggil si Sofyan yang gede itu abang, entah kandung atau abang-abangan. Dipanggil abang karena lebih tua. Untuk hubungan keluarga kami cek lebih lanjut," tuturnya.Mulyanto menegaskan, aksi tersebut masih dalam tahap percobaan. Motor milik korban belum sempat dibawa kabur karena pelaku sudah lebih dulu dipergoki."Ini yang perlu kita luruskan. Jadi percobaan. Ada niat, tetapi belum sempat membawa motor korban. Sudah ketahuan duluan," tutupnya.Saat ini kedua pelaku masih diperiksa. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri apakah keduanya terlibat dalam aksi kejahatan serupa di lokasi lain.