Devisa Pariwisata Capai Rp 150 Triliun pada Semester I 2026

Wait 5 sec.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyampaikan kinerja sektor usaha pariwisata pad semester I tahun 2025 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Sabtu (16/8/2025). Foto: Dok. KemenparKontribusi devisa dari sektor pariwisata Indonesia mencapai USD 8,43 miliar atau sekitar Rp 150,15 triliun (kurs Rp 17.812 per dolar AS) pada semester I 2026. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pariwisata merupakan sektor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi."Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai USD 8,43 miliar. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara," kata Ni Luh di sela kegiatan wisuda Politeknik Pariwisata Makassar, dikutip dari Antara, Sabtu (19/9).Ni Luh mengatakan capaian tersebut melanjutkan pertumbuhan positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 yang mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Wisatawan mancanegara melepasliarkan tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) pada musim penetasan telur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (29/7/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTOSelain itu, Indonesia mencatat sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta devisa pariwisata sebesar 18,27 miliar dolar AS sepanjang 2025.Ni Luh menilai pertumbuhan itu merupakan peluang, sekaligus amanah bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk terus mengembangkan sektor tersebut secara lebih berkualitas dan berkelanjutan."Pengembangan pariwisata masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan," ujarnya.