Dua Kali Tahan Serangan Israel, Apartemen di Gaza Runtuh: 21 Tewas, 12 Anak-anak

Wait 5 sec.

Petugas Pertahanan Sipil berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Israel sebelumnya di Kota Gaza, Rabu (16/9/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERSSebanyak 21 orang tewas setelah sebuah bangunan apartemen enam lantai runtuh di kawasan Tal al-Hawa, Gaza, Palestina, Rabu (16/9). Sebanyak 12 korban di antaranya merupakan anak-anak.Dikutip dari AFP, bangunan tersebut runtuh pada malam hari dan menimpa rumah serta tenda di sekitarnya. Bangunan itu sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan Israel.Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bangunan tersebut dihuni lebih dari 100 orang yang mengungsi. Tim penyelamat bekerja selama berjam-jam untuk mengevakuasi korban dari balik reruntuhan."Setelah berjam-jam bekerja keras, tim penyelamat berhasil menemukan jenazah 21 orang yang terjebak di bawah reruntuhan," kata badan pertahanan sipil Gaza.Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di bawah otoritas Hamas, mengkonfirmasi jumlah korban tersebut. Selain 12 anak, terdapat lima perempuan dalam daftar korban.Sebanyak 45 orang yang terluka juga telah dibawa ke rumah sakit.Di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, jurnalis AFP melihat sejumlah pria menangis sambil membawa jenazah anak-anak yang telah dibungkus kain kafan putih. Para kerabat juga terlihat memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga mereka."Bangunan-bangunan ini tidak lain hanyalah bom waktu," kata Ahmed Al-Ajla, yang kehilangan paman dan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.Petugas Pertahanan Sipil berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Israel sebelumnya di Kota Gaza, Rabu (16/9/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERSMenurut juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, bangunan tersebut telah beberapa kali terkena serangan pada 2024 dan kembali terdampak pada Maret 2025. Warga sebelumnya telah diperingatkan untuk tidak kembali ke bangunan itu.Namun, banyak warga tetap tinggal di bangunan yang rusak karena tidak memiliki tempat lain untuk berlindung."Mereka tidak punya pilihan lain. Dengan tidak tersedianya tenda maupun rumah, mereka tinggal di bangunan yang retak dan rusak meskipun ada risiko runtuh," ujar Bassal.Rekaman AFP pada Rabu menunjukkan bangunan tersebut berubah menjadi tumpukan beton yang runtuh. Alat berat dengan bendera Mesir digunakan untuk membersihkan puing-puing, sementara petugas penyelamat dan relawan mengevakuasi korban.Mohannad al-Mashharawi mengatakan temannya dan sejumlah tetangganya tinggal di bangunan tersebut."Teman dan tetangga saya tinggal di bangunan ini. Saya datang untuk membantu teman saya mengambil beberapa pakaian dan kasur. Saat ini dia tidak memiliki tempat berlindung atau rumah," katanya kepada AFP.Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan telah menyediakan sejumlah material untuk membantu proses pencarian korban atas permintaan otoritas setempat.Petugas Pertahanan Sipil berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Israel sebelumnya di Kota Gaza, Rabu (16/9/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERSBadan pertahanan sipil Gaza menyebut sekitar 2.000 bangunan di wilayah tersebut telah diidentifikasi berisiko runtuh.Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Ramiz Alakbarov, mengatakan tragedi tersebut menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi warga yang tinggal di bangunan rusak."Tragedi hari ini menegaskan risiko besar yang dihadapi keluarga yang tinggal di bangunan-bangunan ini dan kebutuhan mendesak akan alternatif tempat tinggal yang lebih aman. Tidak seorang pun seharusnya mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menemukan tempat yang aman untuk berlindung," ujar Alakbarov.Sebagian besar bangunan di Gaza telah rusak atau hancur akibat serangan selama perang Israel-Hamas, menurut PBB. Kondisi itu membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menempati bangunan yang mengalami kerusakan.Ini menambah daftar panjang korban serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, kampanye militer Israel telah menewaskan 73.700 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.