Seremoni peresmian diler 3S Geely di Bekasi, Jawa Barat (16/9/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanSales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso mengungkapkan bahwa skema opsen pajak kendaraan bermotor yang tengah berlaku sejak tahun lalu berpotensi berpengaruh lebih dalam terhadap penjualan mobil."Mengenai kebijakan pemerintah terhadap opsen, saat ini memang kami lebih banyak menjual mobil listrik yang mana tarif BBN-nya itu Rp 0. Sehingga dampak opsennya tidak begitu terasa," buka Herlijoso saat sela peresmian diler 3S di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9).Herlijoso menambahkan, hampir 90 persen penjualan Geely masih bertumpu pada model BEV yaitu EX2 dan EX5 yang jadi andalan. Kendati begitu, pabrikan tetap coba peruntungan di segmen lainnya dengan menghadirkan jenis PHEV dan ICE."Memang tidak begitu terasa untuk mobil listrik, namun untuk mobil hybrid dan ICE (Internal Combustion Engine) yang telah kami luncurkan, adanya opsen ini menurut kami cukup mengganggu. Membuat pelanggan untuk berpikir dua kali," terangnya.Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso saat seremoni peresmian diler 3S Geely di Bekasi, Jawa Barat (16/9/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan"Pertama mereka realize bahwa BBN-nya mahal juga dibandingkan dengan biasanya. Meski di beberapa daerah itu menerapkan nilai opsen sudah menggunakan pembagian nilai PKB untuk dibuat lebih rendah daripada normalnya," jelas Herlijoso.Herlijoso tak menampik, hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri untuk lini model mereka di luar BEV. Salah satu strategi agar produknya tetap menarik adalah dengan menawarkan banderol yang kompetitif."Tetapi itu tentu saja membuat pelanggan berpikir dan menjadi kontraproduktif untuk produk-produk yang ICE atau PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) karena pelanggan berpikir untuk mencari biaya tahunan yang lebih murah saja, which is itu arahnya ke BEV," katanya.Seremoni penyerahan unit Geely Starray EM-i perdana ke konsumen di Serpong, Tangerang. Foto: Sena Pratama/kumparanDijelaskannya, model Geely EX2 berkontribusi sebesar lebih kurang 70 persen dari total penjualan. Kemudian SUV elektrik EX5 sekitar 20 persen, dan sisanya adalah model PHEV Starray EM-i dan Coolray turbo."Coolray sendiri memang belum terlalu terlihat karena produk yang baru diluncurkan, namun secara angka penjualan sesuai yang diprediksi. Pergerakannya cukup positif sejauh ini, kami berharap ini akan terus positif," pungkas Herlijoso.Opsen adalah pungutan pajak regional yang dikenakan di atas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dengan besaran sekitar 66 persen dari kedua komponen pajak tersebut. Skema ini mulai berlaku pada medio 2025.