Menlu RI Wakili Kehadiran Prabowo di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

Wait 5 sec.

“Menteri Luar Negeri Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York pekan depan,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (17/9). Yvonne menjelaskan bahwa presiden tidak menghadiri secara langsung agenda Majelis Umum PBB tahun ini karena hendak memfokuskan perhatian pada urusan dalam negeri. “Arahan presiden agar Menlu RI hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan depan, karena presiden akan fokus pada urusan domestik,” kata Yvonne. Ia menyampaikan bahwa selama mengikuti agenda PBB, Menlu RI akan mengikuti sekurangnya 22 pertemuan, termasuk Sesi Debat Umum dan pertemuan wajib, serta pertemuan tingkat tinggi dan pertemuan bilateral. Sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang akan diikuti Sugiono di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB antara lain pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan forum multilateral MIKTA, tambahnya.Yvonne menjelaskan bahwa untuk Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, pesan utama yang akan disampaikan Indonesia adalah mengenai pentingnya penguatan ketahanan nasional dan kawasan demi mewujudkan ketahanan global. Indonesia akan terus menyerukan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan bangsa Palestina, kemudian komitmen terus berperan sebagai jembatan bagi dunia, kepentingan negara-negara berkembang, dan kepentingan pembangunan nasional. “Partisipasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut juga akan membawa pesan-pesan mengenai penguatan multilateralisme dan inklusivitas,” ucapnya. Jubir Kemlu RI mengungkapkan bahwa dalam kesempatan yang sama, Indonesia juga akan mengintensifkan kampanye nasional dalam rangka pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030. Upaya tersebut, kata dia, salah satunya akan dilakukan melalui pelaksanaan resepsi diplomatik di sela-sela agenda Sidang Majelis Umum PBB. Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Menlu Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai presiden Majelis Umum PBB untuk sesi baru tersebut, menggantikan mantan menlu Jerman Annalena Baerbock. Sesi kali ini mengusung tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.