Ilustrasi serangan drone Ukraina ke Rusia: Puing-puing usai kerusakan serangan drone di Moskow, Rusia, Selasa (1/8/2023). Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSRatusan drone menyasar Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/9). Dua orang tewas dalam rentetan serangan tersebut, serta sebuah kilang minyak menjadi sasaran serangan juga. Serangan terjadi di hari terakhir pemilu parlemen Rusia.Dikutip dari AFP, Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat dan ditembak jatuh, dengan 450 di antaranya ditujukan ke Moskow.Ia menuduh Ukraina berupaya mengganggu pemilu, yang diperkirakan akan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin yang telah berlangsung selama 26 tahun."Serangan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Pihak musuh gagal," ujarnya melalui Telegram.Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik serangan tersebut dengan mengatakan "Serangan balasan jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam.""Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor berhasil dihantam. Ini menyangkut miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," tulis Zelensky di platform X.Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menyatakan melalui media sosial bahwa sedikitnya dua orang tewas. Mereka yakni seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia. Keduanya tewas di dua lokasi berbeda.Kebakaran yang dipicu oleh jatuhnya drone ke sebuah gedung berlantai 21 juga menyebabkan evakuasi terhadap 400 orang, kata Vorobyov. Ia tidak merinci asal-usul drone tersebut.Serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di wilayah Kherson bagian selatan, menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum, menurut keterangan pihak berwenang.Pemilu sedang berlangsungSerangan-serangan ini terjadi di tengah langkah Kiev yang semakin mengintensifkan serangan drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, khususnya yang menyasar infrastruktur energi guna memutus sumber pendapatan vital Kremlin untuk mendanai upaya perang yang kini telah memasuki tahun kelima. "Sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan," tambah Sobyanin.Kilang minyak utama ini sebelumnya telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi satu sama lain.Peristiwa ini juga terjadi setelah warga Rusia mulai memberikan suara pada hari Jumat dalam pemilihan parlemen pertama di negara itu sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk mengikuti pemilihan. Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki.