Tidak Semua Bisnis Harus Bertarung di Laut yang Sama

Wait 5 sec.

Ilustrasi Warung Kelontong Kecil-Kecilan yang Menjamur di Masyarakat (Sumber Gambar: Dokumentasi Penulis)Dalam dunia bisnis, persaingan sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Pelaku usaha berlomba menawarkan harga lebih murah, produk lebih baik, pelayanan lebih cepat atau promosi yang lebih menarik. Akibatnya, banyak bisnis akhirnya bertarung untuk mendapatkan pelanggan yang sama. Kondisi seperti inilah yang dalam konsep strategi bisnis dikenal sebagai red ocean atau “lautan merah”, sebuah pasar yang penuh dengan persaingan.Konsep red ocean berangkat dari situasi ketika banyak perusahaan berada di pasar yang sama dan berusaha merebut permintaan yang sudah ada. Ketika persaingan semakin ketat, margin keuntungan dapat tertekan karena pelaku usaha terus berlomba memberikan harga atau penawaran terbaik. Bukan berarti strategi ini selalu buruk. Dalam banyak industri, persaingan memang tidak dapat dihindari. Namun, pertanyaannya adalah: apakah sebuah bisnis harus selalu bertarung dengan cara yang sama dengan para pesaingnya?Di sinilah muncul konsep blue ocean atau “lautan biru”. Berbeda dengan red ocean, strategi ini berusaha menciptakan ruang pasar baru yang belum diperebutkan. Fokusnya bukan semata-mata mengalahkan pesaing, melainkan menemukan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi dan menawarkan nilai yang berbeda. Dengan kata lain, daripada terus bertanya bagaimana menjadi lebih baik dari pesaing, pelaku usaha dapat mulai bertanya: kebutuhan apa yang belum dilayani?Contohnya dapat dilihat pada usaha kecil. Sebuah kedai kopi tidak harus selalu bersaing dengan kedai lain melalui harga yang lebih murah. Pemiliknya dapat menciptakan pengalaman berbeda, misalnya menjadikan kedai sebagai ruang belajar, tempat komunitas, atau menyediakan konsep yang secara khusus menjawab kebutuhan kelompok pelanggan tertentu. Produk yang dijual mungkin tetap kopi, tetapi nilai yang ditawarkan menjadi berbeda. Di sinilah sebuah usaha mulai mencari “laut birunya” sendiri.Namun, blue ocean bukan berarti sebuah bisnis dapat selamanya terbebas dari persaingan. Jika sebuah ide terbukti berhasil, bukan tidak mungkin pelaku usaha lain akan mengikutinya. Laut yang sebelumnya biru dapat kembali menjadi merah ketika semakin banyak pemain masuk. Karena itu, strategi bisnis bukan hanya tentang menemukan ruang baru, tetapi juga tentang terus berinovasi dan memahami perubahan kebutuhan konsumen.Menurut Pegiat UMKM dan Founder Gibranpreneur, Dani Satria CHRP, tidak semua bisnis harus bertarung di laut yang sama. Persaingan memang penting untuk mendorong kualitas, tetapi keberanian melihat peluang yang berbeda juga tidak kalah penting. Bagi pelaku usaha, pertanyaan yang menarik bukan hanya “Bagaimana saya bisa mengalahkan pesaing?”, melainkan “Bisakah saya menciptakan sesuatu yang membuat saya tidak perlu bertarung dengan cara yang sama?” Mungkin, di situlah perjalanan menuju blue ocean dimulai.