Dokter: 5% Anak yang Tertular Influenza Perlu Perawatan di Rumah Sakit

Wait 5 sec.

Ilustrasi anak batuk. Foto: Jeanette Virginia Goh/ShutterstockInfluenza tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga termasuk kelompok yang lebih berisiko tertular, terutama karena sistem imun dan sistem pernapasannya masih berkembang.Ketua UKK Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT, menjelaskan bahwa ada beberapa alasan yang membuat anak lebih mudah terpapar influenza.Mengapa Anak Lebih Berisiko Tertular Influenza?Sistem imun anak masih berkembang dan mereka belum banyak terpapar berbagai virus. Selain itu, postur tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan orang dewasa juga membuat mereka lebih mudah menghirup partikel dari lingkungan sekitar."Anak kan tingginya di bawah orang dewasa. Kalau kita bicara, bersin, batuk, mereka menghirup semua partikel-partikel halus sehingga tertular," ujar Prof. Anggraini.Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) - Dokter Spesialis Anak yang juga Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI. Foto: Dok. PribadiBeberapa kelompok anak juga disebut lebih rentan terpapar influenza, yaitu balita, anak yang dititipkan di daycare, memiliki kelainan neurologi dan tumbuh kembang, tinggal jauh dari akses kesehatan, serta tinggal di pemukiman padat.Menurut IDAI, sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok tersebut, 80 persen di antaranya merupakan anak berusia di bawah 2 tahun.Kenali Gejala Influenza pada AnakInfluenza dapat diawali dengan demam, kemudian diikuti nyeri atau rasa ngilu pada tubuh dan nyeri tenggorokan. Anak juga dapat mengalami batuk kering yang mengganggu dan berkepanjangan, serta mudah lelah.Perjalanan penyakit influenza memiliki tahapan. Kondisi dapat menjadi semakin berat hingga mencapai titik terparah sekitar hari ke-4 sampai ke-5, sebelum kemudian mulai memasuki tahap penyembuhan.Meski sudah mulai pulih, rasa tidak nyaman akibat influenza dapat bertahan lebih dari dua minggu.Influenza Juga Bisa Picu KomplikasiPada sebagian anak, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru-paru.Beberapa komplikasi yang perlu diketahui antara lain pneumonia dan bronkopneumonia. Influenza juga dapat memicu masalah pada jantung. Sementara itu, komplikasi yang mengenai otak tergolong sangat jarang.Data yang disampaikan IDAI menunjukkan bahwa komplikasi otak seperti ensefalopati akibat influenza memiliki risiko sekitar 0,2 persen atau sekitar 4 dari 100 ribu anak yang terkena influenza. Risiko komplikasi berat juga lebih tinggi pada anak dengan komorbid atau kondisi imun yang terganggu.Kapan Anak Boleh Kembali ke Sekolah?Influenza dapat menular sejak sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga beberapa hari setelahnya. Pada anak, masa penularan dapat berlangsung lebih lama, bahkan hingga sekitar 10 hari.Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak sebelum kembali beraktivitas bersama teman-temannya di sekolah maupun daycare. Pastikan anak sudah dalam kondisi yang cukup pulih dan pertimbangkan anjuran dokter, terutama jika sebelumnya mengalami influenza dengan gejala yang cukup berat.Yang tak kalah penting, tetap perhatikan kondisi anak selama masa pemulihan. Jika gejala semakin berat atau muncul kondisi yang mengkhawatirkan, anak perlu mendapatkan pemeriksaan medis.