Honda Odyssey RB1 dengan tambahan foglamp. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanHonda Odyssey RB1 hingga RB3 masih menjadi pilihan bagi sebagian konsumen yang mencari mobil keluarga berukuran besar. Model yang diproduksi Honda pada tahun 2004 sampai 2012 tersebut kini sudah berusia lebih dari satu dekade, sehingga sejumlah komponen mulai membutuhkan perhatian.Akbar, pemilik bengkel Akbar Car Service, menuturkan bahwa Odyssey yang paling sering masuk ke bengkelnya adalah tipe RB1 dan RB2. Menurutnya, kerusakan pada kedua model tersebut banyak berkaitan dengan usia pakai kendaraan."Untuk sekarang kebanyakan matik dan kaki-kaki. Kalau mesin sendiri bandel, karena pakai K24. Tahu sendiri lah mesin itu dipakai ke mana saja, paling laris mesin K24. Bagian AC dan kelistrikan masih aman, nggak rewel," ujar Akbar saat ditemui kumparan di Jatiasih, Bekasi, Jumat (18/9).Ia menyebut, mayoritas konsumen yang datang lebih sering mengeluhkan bagian transmisi CVT pada Odyssey, terutama ketika usia dan jarak tempuh kendaraan sudah tinggi. Menurut pengalamannya, masalah transmisi mulai banyak ditemui ketika odometer berada di kisaran 130 ribu kilometer. Bengkel Akbar Car Service di Jatiasih, Bekasi. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Keluhan lain biasanya dari bushing arm dan shock breaker. Kebanyakan di bushing karena jumlahnya banyak. Terutama bagian belakang, kiri-kanan ada sekitar 10 titik. Kalau depan, 6 titik kiri-kanan. Ganti bushing orisinal sekitar Rp 300–400 ribuan," jelasnya.Memasuki tipe RB3, persoalan yang ditemui Akbar mulai merambah ke komponen elektronik. ECU dan sejumlah modul menjadi bagian yang menurutnya lebih sering membutuhkan penggantian pada RB3 daripada kedua versi pendahulunya.Odyssey RB3 lansiran 2009–2010 menjadi model yang menurut Akbar lebih sering mengalami masalah tersebut. Ia bilang, RB3 facelift setelah periode tersebut lebih jarang datang ke bengkelnya karena keluhan ECU."Kalau mau beli RB1 atau RB2 ambil tipe Absolute, RB3 sebaiknya beli yang facelift karena jarang ECU bermasalah, harganya juga menurut saya sudah jatuh dibanding RB1. Odyssey RB1 yang mulus dan original bisa Rp 200 jutaan, RB3 facelift tahun 2012 banyak yang jual Rp 145 jutaan, jauh kan bedanya padahal lebih muda," tambahnya.Bengkel Akbar Car Service di Jatiasih, Bekasi. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanUntuk suku cadang, Akbar memilih menyediakan komponen genuine parts, mulai dari bagian bodi, perintilan mesin, sampai komponen modifikasi dari Mugen dan Modulo. Konsumen yang ingin menggunakan onderdil aftermarket atau tiruan tetap bisa membawanya sendiri untuk dipasang Akbar tidak menyediakan komponen di luar genuine parts.Akbar sendiri bukan eks mekanik Honda. Ia mulai membuka bengkelnya pada 2015 setelah sebelumnya bekerja sebagai mekanik bengkel umum selama sekitar tujuh tahun di Mega Glodok Kemayoran (MGK).Bengkelnya tetap melayani berbagai merek mobil. Banyaknya Odyssey yang datang serta konten yang dibuatnya soal mobil tersebut membuat Akbar Car Service dikenal sebagai bengkel spesialis Odyssey.