Suasana LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Sabtu (19/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanMalam Minggu biasanya dihabiskan dengan makan bersama, jalan-jalan, atau berkumpul dengan orang terdekat. Namun, bagi sejumlah warga, Sabtu (19/9) malam justru menjadi kesempatan untuk menjajal rute baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai.Ada yang datang bersama keluarga, ada yang bersama pasangan, bahkan ada warga Bogor yang sengaja datang hanya untuk merasakan perjalanan pulang-pergi tanpa tujuan khusus.Sejak diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu (16/9) lalu, euforia warga terhadap rute baru LRT Jakarta ini tampak belum mereda.Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, ada sejumlah warga yang memutuskan menghabiskan malam Minggu untuk menjajal rute baru tersebut.Salah satunya Naurun. Warga Bogor itu memutuskan menghabiskan malam Minggu untuk mencoba rute baru LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama ibu dan adiknya.Naurun mengaku sebenarnya mereka tidak memiliki tujuan khusus. Mereka hanya ingin merasakan perjalanan menggunakan rute baru tersebut.“Tujuannya sebenarnya nggak ada sih, kita cuma bolak-balik aja,” kata Naurun saat ditemui kumparan, Sabtu (19/9).Naurun, warga Bogor, bersama keluarga mencoba rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai untuk pertama kalinya pada Sabtu (19/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanPerjalanan mereka dimulai dari Bogor menuju Stasiun KRL Manggarai. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan LRT dari Stasiun Manggarai menuju Kelapa Gading.Saat ditanya agenda apa yang akan dilakukan di Kelapa Gading, Naurun mengaku tidak ada tujuan apa-apa.“Nggak ada sih, cuma mau nyoba ini (LRT). Pertama kali,” ungkap Naurun.Naurun bercerita, dirinya memang bukan pengguna LRT. Biasanya, ia kerap menggunakan KRL dan TransJakarta untuk mobilitas sehari-hari.Karena itu, Naurun dan keluarga pun sengaja memanfaatkan kesempatan tersebut selama tarif perjalanan LRT Jakarta rute baru ini masih Rp8.“Iya bener, itu juga yang membuat kita semangat nyoba ini. Antusias, excited,” tuturnya.Menurut Naurun, perjalanan menggunakan LRT cukup nyaman. Meski begitu, ia memiliki sejumlah catatan terhadap fasilitas di dalam kereta.“Cukup senang sih, lumayan nyaman sebenarnya, cuma mungkin AC-nya kurang berasa,” katanya.Naurun juga menilai kursi LRT masih kurang nyaman dibandingkan kursi KRL yang menurutnya lebih empuk.“Kalau di KRL tuh kursinya empuk, nyaman gitu jadi bisa lebih lama kalau duduk lebih nyaman,” ujarnya.Meski baru mencoba, Naurun mengatakan dirinya tetap akan menggunakan LRT apabila rute tersebut sesuai dengan tujuan perjalanannya.“Iya pasti kalau ada hal yang mengharuskan kita naik ini, ke suatu tempat yang kita tuju, kita pasti bakal naik ini sih,” katanya.Amel dan Aji bersama anaknya mencoba rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai untuk pertama kalinya pada Sabtu (19/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanCerita lain datang dari Amel dan Aji. Keduanya mengajak anak mereka mencoba rute Kelapa Gading-Manggarai untuk pertama kalinya.Berbeda dengan Naurun yang sengaja melakukan perjalanan tanpa tujuan, Amel dan Aji pergi untuk melihat kondisi Stasiun LRT Manggarai sekaligus kawasan sekitarnya.Amel dan Aji memang sudah menjadi pengguna LRT karena rumah mereka berada dekat dengan LRT Kelapa Gading.Bagi mereka, keberadaan rute LRT hingga Manggarai dapat memudahkan perjalanan menuju kawasan yang lebih jauh, seperti Bogor.“Biasanya ke Bogor sih. Kalau sebelumnya kan kita harus transit ke Velodrome ya, ini mungkin sudah bisa transit di Stasiun LRT Manggarai. Terus langsung ke stasiun keretanya (Manggarai), bisa langsung ke Bogor,” jelas Aji.Malam itu, mereka berencana kembali menggunakan LRT dari Manggarai menuju Kelapa Gading.Selain itu, tarif Rp8 juga menjadi salah satu alasan mereka tertarik mencoba perjalanan tersebut.“Iya itu juga salah satunya sih karena masih Rp8, kita mau cobain lah sampai sana itu seperti apa sih, rasanya lama atau nggak,” kata Aji.Setelah tarif masa promo berakhir, Aji berharap tarif yang berlaku nantinya tetap terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat yang menggunakan LRT setiap hari.“Cuman gak tau nih ketika nanti sudah selesai konstruksinya semua, tarifnya akan menjadi berapa gitu. Jangan memberatkan masyarakat juga lah kalau bisa gitu, karena setiap hari kan pasti naik kereta,” kata Aji.Lebih lanjut, Aji pun berharap LRT nantinya dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk bepergian dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.“Harapannya sih semoga LRT ini bisa jadi transportasi utama lah, menggantikan kendaraan pribadi gitu, supaya di jalan juga gak begitu ramai tapi pelayanan keretanya juga cukup oke,” ujarnya.Hal serupa juga dilakukan Billy, warga Palmerah, yang memanfaatkan malam Minggu untuk merasakan perjalanan penuh LRT dari Kelapa Gading hingga Manggarai.Billy, warga Pal Merah, mencoba perjalanan penuh rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai untuk pertama kalinya pada Sabtu (19/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanIa mengatakan biasanya menggunakan LRT untuk jalan-jalan pada akhir pekan. Kali ini, ia sengaja datang ke Kelapa Gading untuk mencoba rute baru tersebut sekaligus memanfaatkan tarif promo Rp8.“Sebenernya mau jalan-jalan aja sih dan juga ini kan ada promo ya Rp8, jadi ya lumayan banget lah kalau misalkan naik gitu,” ucap Billy.Billy bahkan rela menempuh perjalanan yang cukup memutar dari Palmerah menuju Kelapa Gading hanya demi merasakan perjalanan rute baru itu.“Pengen ngerasain aja full rute dari Kelapa Gading sampai ke sini (Manggarai),” tutur Billy.Setelah mencoba perjalanan tersebut, Billy menilai masih ada sejumlah fasilitas yang perlu diperhatikan, salah satunya pendingin udara.“Tadi masih ada yang bocor AC-nya,” katanya.Ia juga berharap seluruh stasiun dapat segera dibuka agar penumpang lebih mudah bepergian tanpa harus melakukan terlalu banyak transit.“Kita berharap semua stasiun bisa dibuka semua biar orang-orang tuh ngerasain semua, nggak yang harus transit sana, transit sini,” terang Billy.Sebagai informasi, meski rute LRT Kelapa Gading-Manggarai telah beroperasi, belum seluruh stasiun di sepanjang jalur tersebut dibuka untuk penumpang.Saat ini masih ada tiga stasiun yang belum dapat digunakan untuk naik-turun penumpang, yakni Stasiun Matraman, Stasiun Pramuka, dan Stasiun Proklamasi.