Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanBiddokkes Polda Jawa Barat melakukan pengambilan data ante mortem dan sampel DNA terhadap 13 anggota keluarga korban KM Virgo Transport 8 di Kabupaten Garut. Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses identifikasi korban.Pengambilan sampel DNA dilakukan pada Selasa (15/9/2026) mulai pukul 10.30 WIB di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan data ante mortem dan sampel DNA keluarga menjadi bagian penting dalam proses identifikasi korban."Polri terus memperkuat proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Pengambilan data ante mortem dan sampel DNA keluarga dilakukan untuk mendukung proses pencocokan dengan data post mortem korban yang ditemukan," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (18/9).Dari 13 anggota keluarga yang menjalani pengambilan sampel DNA, dua orang di antaranya merupakan keluarga korban yang telah meninggal dunia. Sementara 11 lainnya merupakan keluarga korban yang hingga kini masih dalam pencarian.Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode buccal swab, yakni dengan mengambil sampel melalui usapan pada rongga mulut.Sampel DNA yang telah dikumpulkan kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan dan proses pencocokan.Kegiatan pengambilan data dan sampel DNA dipimpin Kasidokkes Polres Garut dan berlangsung lancar. Keluarga korban juga disebut kooperatif dalam memberikan data maupun sampel yang dibutuhkan untuk proses identifikasi.Di sisi lain, Polri menyiapkan 140 personel Disaster Victim Identification (DVI) untuk memperkuat proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Personel tersebut berasal dari tiga unsur, yakni DVI Polda Kalimantan Selatan, DVI Polda Jawa Timur, dan DVI Pusdokkes Polri.Rinciannya, DVI Polda Kalimantan Selatan mengerahkan 66 personel, DVI Polda Jawa Timur 56 personel, dan DVI Pusdokkes Polri 18 personel.Pengambilan sampel DNA keluarga korban oleh Biddokkes Polda Jabar di Garut merupakan dukungan tersendiri dan tidak termasuk dalam jumlah 140 personel Tim DVI yang ditempatkan di posko.Pengumpulan data ante mortem dilakukan untuk mendapatkan informasi pembanding dari keluarga korban. Sementara itu, sampel DNA digunakan dalam pemeriksaan dan pencocokan dengan data post mortem korban yang ditemukan.Langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian identifikasi yang dilakukan secara terintegrasi oleh jajaran DVI Polri."Setiap data yang dikumpulkan menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Polri melalui jajaran DVI dan Dokkes terus bekerja secara terintegrasi untuk memastikan proses identifikasi dilakukan secara tepat dan dapat memberikan kepastian kepada keluarga," ujar Trunoyudo.Polri juga terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur terkait dalam penanganan KM Virgo Transport 8. Selain mendukung proses pencarian dan evakuasi, Polri melakukan identifikasi korban melalui pengerahan personel DVI serta pengumpulan data ante mortem dari keluarga.