Presiden Prabowo saat berpidato di acara Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Prabowo hadir menaiki mobil Maung MV3 Limousine berwarna putih dengan mengenakan pakaian safari berwarna krem lengkap dengan peci hitam.Setelah tiba, Prabowo menuju ruang tunggu untuk selanjutnya memasuki ruangan acara. Terlihat, Prabowo berganti baju dengan mengenakan baju putih dan peci hitam memasuki ruangan acara.Saat itu, Prabowo didampingi oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. M. Akrim Mariyat yang mengenakan jas hitam.Setibanya di ruangan, Prabowo disambut dengan selawat kemudian menyalami sejumlah tamu undangan yang hadir. Setelahnya, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Oh Pondokku.Turut hadir dalam agenda itu, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menag Nasaruddin Umar, Mendiktisaintek Brian Yuliarto.Selain itu, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut mendampingi Prabowo.Pekik Free PalestinePresiden Prabowo saat berpidato di acara Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenPrabowo meneriakkan dukungan untuk Palestina di syukuran tersebut. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat menyapa sejumlah duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara tersebut.Saat menyapa para tamu, Prabowo menyebut sejumlah perwakilan negara, termasuk Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, dan Duta Besar Palestina."Duta besar Syuriah, duta besar Yaman, duta besar Palestina," ujarnya.Presiden Prabowo saat acara Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenSetelah menyebut Duta Besar Palestina, Prabowo kemudian meneriakkan dukungan untuk Palestina. Seruan tersebut disampaikan sebanyak tiga kali dan disambut tepuk tangan gemuruh dari para hadirin."Free palestine! Free Palestine! Free Palestine!" teriak Prabowo yang disambut oleh hadirin.Usai meneriakkan "Free Palestine", Prabowo kemudian mendapat serban dari Duta Besar Palestina yang menghampiri Prabowo ke podium. Lalu kedunya berpelukan di atas podium.Prabowo Ingat Kondisi PalestinaPrabowo mengingat kondisi Palestina saat berpidato. Prabowo mengatakan masyarakat Palestina terus dibantai, dibom, dan diserang, sementara Indonesia dinilainya masih kurang berdaya untuk membantu mereka."Terima kasih atas kehormatan diberikan kepada saya. Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.Prabowo mengatakan kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, khususnya para kiai, ulama, dan pendidik untuk membangun bangsa yang kuat. Menurutnya, kekuatan menjadi penting agar Indonesia tidak mengalami nasib sebagai bangsa yang diinjak-injak bangsa lain."Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi Saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini, ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun Bangsa Indonesia yang kuat, karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," ujarnya.Dia kemudian mengajak generasi penerus untuk belajar dari sejarah. Prabowo menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat kelemahan dan kekurangan bangsa sendiri sebelum membangun masa depan."Kita harus belajar dari sejarah tadi dikatakan, yah kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah, dan kita harus jujur kepada diri kita, kita harus jujur, bukan kepada orang lain, kita harus jujur kepada diri kita sendiri," terangnya.Menurutnya, mudah bagi seseorang untuk berbicara mengenai kehebatan, tetapi sulit untuk mengakui kekurangan sendiri."Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita, gampang untuk kita bicara dengan hebat, sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri. Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," ujarnya.Puji Panca Jiwa GontorPresiden Prabowo Subianto didampingi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal berjalan usai acara 100 tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Foto: Destyan Sujarwoko/ANTARA FOTOPrabowo memuji nilai-nilai Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor. Prabowo menilai nilai keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan sejalan dengan perjuangan yang ingin dibangun pemerintah."Tolong, tolong di apa itu, ditayangkan tadi itu moto dan, motonya Gontor dan apa yang tadi tu, yang tadi panca, panca ya... Iya bisa ditayangkan? Tayangkan kembali. Hah, Panca Jiwa. Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah, kebebasan," ujar Prabowo.Prabowo kemudian mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan perjuangan pemerintah. Dia mengatakan dirinya ingin selalu ikhlas dan sederhana, sekaligus ingin Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri."Ya ini, sama ini perjuangan kita. Saya selalu ingin ikhlas, saya selalu ingin sederhana, saya ingin bangsa kita berdiri di atas kaki kita sendiri. Ukhuwah Islamiyah, ini yang kita harus sadari juga ya, kita prihatin saya kira ini catatan bagi kita, kebebasan, kebebasan berpikir," katanya.Prabowo Sebut Ada Profesor Bela AsingPrabowo turut menyinggung adanya profesor yang menurutnya tidak mampu melihat ketidakadilan hingga membela kepentingan asing."Aku heran kadang-kadang, profesor tapi nggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," kata Prabowo.Prabowo kemudian mengingatkan masyarakat agar berpikiran bebas dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak yang disebutnya tidak memiliki niat baik terhadap Indonesia. Dia juga mengajak masyarakat memiliki jiwa besar dan tidak merasa rendah diri ketika menghadapi tantangan."Berpikiran bebas, jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita. Berjiwa besar, jangan punya rasa rendah diri, jangan punya rasa kalah sebelum berjuang," ujarnya.Prabowo melanjutkan pesannya dengan meminta masyarakat tidak mudah takut menghadapi berbagai kemungkinan. Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengatakan dirinya semakin percaya diri setelah menghadiri acara Gontor. Dia menyebut masa kepemimpinannya belum genap dua tahun dan mengapresiasi dukungan koalisi yang mengusungnya."Saudara-saudara, terima kasih saya diundang di sini, saya, sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri? Karena belum 2 tahun saya menjalankan mandat dari rakyat, belum 2 tahun, kurang berapa minggu lagi ya? Saya kira kurang, kurang sebulan lagi percis 2 tahun, saya, dengan koalisi yang dukung saya, di mana saya tahu banyak alumni Gontor ada di situ, terima kasih dukungan," terangnya.