Salah satu mobil listrik yang beredar di jalanan Thailand. (MG 5 EV) Foto: Sena Pratama/kumparanWacana pemerintah Thailand untuk membendung mobil listrik murni impor masih terus berlanjut. Otoritas setempat mempertimbangkan pengenaan pajak cukai khusus battery electric vehicle (BEV) yang didatangkan utuh dari luar negeri.Dilansir Kaohoon International, pemerintah Thailand tengah menggodok rencana restrukturisasi sistem perpajakan dengan mempertimbangkan pengenaan pajak cukai sebesar 30 persen untuk BEV impor.Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri dan rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri. Serta merangsang pabrikan otomotif global membangun basis produksi dan merakit kendaraan listrik di Thailand.Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif pajak ini dilakukan secara berhati-hati melalui diskusi intensif bersama para pelaku industri otomotif.Kelompok Serikat Pekerja Merek Mobil yang dipimpin oleh Presiden Piyarat menyerahkan surat kepada menteri di Gedung Pemerintah menuntut agar pemerintah memungut pajak kendaraan secara adil. Foto: Dok. Istimewa"Pemerintah saat ini bekerja sama erat dengan sektor otomotif untuk mengkaji rincian secara cermat dan memfinalisasi tarif pajak yang sesuai dan seimbang. Tujuannya adalah untuk menghindari dampak negatif terhadap kepercayaan pasar secara keseluruhan," kata Ekniti di Bangkok dikutip Jumat (18/9/2026).Pemerintah Thailand menargetkan struktur pajak baru ini dapat diumumkan secara resmi pada September 2026. Jangka waktu tersebut diberikan agar para pelaku usaha memiliki ruang yang cukup untuk beradaptasi serta menyusun ulang rencana investasi mereka.Sebelumnya, Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional (EV Board) Thailand telah menyetujui secara prinsip kerangka kerja pajak cukai tiga tingkat. Skema baru ini disiapkan untuk menggantikan subsidi anggaran langsung sebagai instrumen utama dalam mendorong investasi dan menekan volume impor.Direktur Jenderal Departemen Cukai Thailand, Pornchai Thiraveja menjelaskan bahwa skema tiga tingkat ini dirancang untuk membedakan perlakuan pajak berdasarkan komitmen investasi manufaktur di dalam negeri.Anggota parlemen menghadiri pemungutan suara perdana menteri kedua di Parlemen Thailand di Bangkok pada 22 Agustus 2023. Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP"Tingkat pertama dengan tarif terendah berlaku bagi produsen yang memiliki produksi domestik signifikan dan menggunakan komponen lokal. Tingkat kedua dengan tarif moderat ditujukan bagi importir yang masuk untuk pengujian awal atau investasi tahap awal dengan rencana manufaktur lokal. Sedangkan tingkat ketiga dengan tarif tertinggi berlaku bagi importir yang tidak memiliki niat berinvestasi atau berproduksi di Thailand," ujar Pornchai.Penerapan tarif pajak pada tingkat tertinggi diperkirakan akan melampaui tarif cukai saat ini yang berada di kisaran 10 persen. Langkah tegas ini diambil guna membendung banjir mobil listrik impor yang berpotensi merusak fondasi industri manufaktur lokal.Departemen Cukai Thailand saat ini sedang merampungkan rincian tarif dan regulasi terkait sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan dan Kabinet untuk mendapatkan persetujuan akhir. Melalui aturan ini, Thailand makin mengukuhkan posisinya sebagai pusat manufaktur dan ekspor kendaraan listrik utama di kawasan regional, khususnya untuk pasar kendaraan setir kanan.