Mitsubishi Eclipse Cross EV. Foto: Dok. CarscoopsMitsubishi Eclipse Cross mungkin masih familiar bagi sebagian konsumen Indonesia. SUV yang pernah dipasarkan di Tanah Air tersebut sekarang di Eropa berubah menjadi mobil listrik murni (BEV).Dari laporan Carscoops, model ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2025 dan menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Mitsubishi di Benua Biru. Generasi terbaru Eclipse Cross juga memiliki hubungan erat dengan Renault, sebab menggunakan platform CMF-EV yang diproduksi di fasilitas Renault ElectriCity di Douai, Prancis. Basis teknisnya sama seperti Renault Scenic E-Tech.Setelah sekitar satu tahun dipasarkan, Mitsubishi kini memberikan pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Opsi tersebut menggunakan baterai berkapasitas 67 kWh dan menawarkan jarak tempuh hingga 472 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.Mitsubishi Eclipse Cross EV. Foto: Dok. CarscoopsSementara itu, opsi baterai berkapasitas lebih besar juga tersedia menggunakan Nickel Manganese Cobalt (NMC). Kapasitasnya meningkat dari 87 kWh menjadi 89 kWh, sedangkan daya jelajahnya naik 15 kilometer menjadi 650 kilometer berdasarkan WLTP.Kedua pilihan baterai itu sudah mendukung pengisian cepat DC. Pengisian dari 15 hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit untuk baterai 67 kWh dan 28 menit untuk baterai 89 kWh.Terlepas dari pilihan baterainya, Eclipse Cross EV menggunakan satu motor listrik yang dipasang di bagian depan. Motor ini mampu menyemburkan tenaga 220 dk atau meningkat sekitar 5 dk dibandingkan model sebelumnya.Mitsubishi Eclipse Cross EV. Foto: Dok. CarscoopsDari sisi tampilan, Mitsubishi tidak melakukan perubahan besar pada Eclipse Cross EV setelah satu tahun dipasarkan. Interiornya juga masih menggunakan dua layar berukuran 12,3 inci dengan sistem infotainment berbasis Google yang berasal dari Renault.Di Eropa, Eclipse Cross EV akan dijual dalam versi yang lebih ekonomis pada November 2026. Di Belanda, varian mid range dengan baterai 67 kWh ditawarkan mulai 32.990 euro atau sekitar Rp 670 jutaan. Sementara varian dengan baterai 89 kWh akan menyusul. Mitsubishi Eclipse Cross Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparanMitsubishi Eclipse Cross di IndonesiaPT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pernah memasarkan Eclipse Cross dengan mesin bensin 1.5 liter turbo pada tahun 2019. SUV tersebut kemudian disuntik mati pada tahun 2022 lantaran penjualannya yang kurang menggembirakan.Selama sekitar tiga tahun eksis di Tanah Air, penjualan Eclipse Cross tercatat belum mencapai seribu unit. Berdasarkan data wholesales Gaikindo, total distribusinya hanya mencapai 929 unit sejak tahun 2019 hingga awal 2022.Penghentian penjualannya saat itu terasa cukup mengejutkan. Eclipse Cross digadang-gadang bisa meneruskan kesuksesan Outlander Sport dengan desain yang lebih fresh dan mengusung bahasa desain Dynamic Shield.Penerapan wajah bergaya Dynamic Shield memang terbilang sukses pada Mitsubishi Xpander. Hal tersebut ternyata belum mampu mendorong penjualan Eclipse Cross di Indonesia.