Studi Ungkap Olahraga Secara Rutin Bisa Bantu Orang Pulih dari Trauma Masa Lalu. Foto: oatawa/ShutterstockSetelah mengalami peristiwa traumatis, banyak orang tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, bekerja, bersosialisasi, dan menjalankan rutinitas. Namun di balik itu, tidak sedikit yang masih bergulat dengan kecemasan, stres, gangguan tidur, hingga kenangan yang terus menghantui.Menariknya, sebuah studi berjudul Relationship between Physical Activity and Individual Mental Health After Traumatic Events: A Systematic Review yang diterbitkan di jurnal European Journal of Psychotraumatology pada 2023 menemukan bahwa aktivitas fisik dapat menjadi salah satu faktor yang membantu proses pemulihan mental setelah seseorang mengalami trauma.Studi tersebut meninjau 33 penelitian yang melibatkan berbagai kelompok individu dengan pengalaman traumatis yang berbeda-beda.Studi Ungkap Olahraga Secara Rutin Bisa Bantu Orang Pulih dari Trauma Masa Lalu. Foto: ShutterstockHasilnya menunjukkan pola yang cukup konsisten. Orang yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih baik dibanding mereka yang jarang bergerak atau berolahraga.Aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan tingkat resiliensi yang lebih tinggi, kesejahteraan subjektif yang lebih baik, serta kemampuan yang lebih besar untuk beradaptasi setelah menghadapi pengalaman sulit.Sebaliknya, individu yang rutin berolahraga juga cenderung memiliki tingkat kecemasan, depresi, tekanan psikologis, dan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang lebih rendah.Para peneliti menuliskan bahwa temuan mereka menunjukkan adanya hubungan positif antara aktivitas fisik dan kesehatan mental setelah peristiwa traumatis. Dalam berbagai penelitian yang ditinjau, aktivitas fisik tidak hanya membantu aspek emosional, tetapi juga berhubungan dengan peningkatan kualitas tidur, rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri (self-efficacy), kualitas hidup, hingga fungsi fisiologis tubuh secara keseluruhan.Studi Ungkap Olahraga Secara Rutin Bisa Bantu Orang Pulih dari Masa Lalu. Foto: Mix and Match Studio/ShutterstockMeski begitu, para peneliti menegaskan bahwa olahraga bukanlah cara ajaib yang membuat seseorang langsung melupakan pengalaman traumatis. Trauma tetap membutuhkan proses yang berbeda pada setiap individu. Namun, bergerak aktif dan berolahraga dapat menjadi salah satu strategi yang membantu mengurangi dampak psikologis yang ditinggalkan oleh peristiwa tersebut.Dengan kata lain, olahraga dapat menjadi pelengkap yang berharga dalam proses pemulihan, berdampingan dengan dukungan sosial, terapi psikologis, maupun bantuan profesional lainnya.Temuan ini juga sejalan dengan semakin banyak penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental. Saat tubuh bergerak, berbagai respons biologis terjadi, mulai dari pelepasan hormon yang berkaitan dengan suasana hati hingga penurunan respons stres dalam tubuh.Karena itu, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau berolahraga ringan secara rutin dapat menjadi langkah awal yang membantu seseorang merasa lebih baik, baik secara fisik maupun emosional.