Presiden Prabowo bertamu ke Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, pada Selasa, 15 Juli 2025. Pertemuan tersebut digelar di kediaman Presiden Lukashenko di Ozyorny, yang terletak di luar ibu kota Minsk. Foto: presidenri.go.idPresiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7). Lukashenko disambut melalui upacara kenegaraan yang dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih.Seperti apa pertemuan kedua kepala negara itu? Berikut kumparan rangkum.Disambut Tari EnggangPresiden Prabowo Subianto dalam Upacara Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Belarus di Istana Merdeka pada Kamis (2/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenSebelum tiba di Istana Merdeka, iring-iringan kendaraan Presiden Lukashenko melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas). Setibanya di kompleks Istana, rombongan dikawal 120 pasukan berkuda.Lukashenko tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.25 WIB dengan mengenakan setelan jas biru. Kedatangannya disambut siswa sekolah dasar, pasukan berpakaian adat, marching band, serta pertunjukan Tari Enggang dari Kalimantan Timur.Presiden Prabowo yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam menyambut langsung Lukashenko di halaman Istana Merdeka. Keduanya kemudian berjabat tangan sebelum mengikuti prosesi penyambutan resmi.Upacara diawali dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia dan Belarus yang diiringi 21 dentuman meriam. Setelah itu, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan.Prabowo dan Lukashenko kemudian saling memperkenalkan delegasi masing-masing negara. Selanjutnya, keduanya menuju Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.Setelah itu, kedua pemimpin negara menggelar pertemuan terbatas (tête-à-tête) di ruang kerja Presiden.Bidik Kerja Sama Ketahanan PanganPresiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTODalam pertemuan Prabowo dengan Lukashenko, Indonesia membidik penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi.Menlu Sugiono mengatakan, dalam pertemuan itu Indonesia dan Belarusia juga akan meluncurkan roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor."Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarusia," ujarnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta.Menurut Sugiono, kerja sama di sektor ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang akan diperkuat, sejalan dengan program pemerintah."Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarusia dan Indonesia," kata dia.Menlu Sugiono di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanSugiono juga mengungkapkan forum bisnis Indonesia-Belarusia yang digelar sebelumnya menghasilkan potensi kerja sama senilai sekitar USD 500 juta atau sekitar 8,9 triliun rupiah."Kalau saya tidak salah laporannya itu USD 500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujarnya.Sugiono menyebut, kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo mengunjungi Belarusia pada 15 Juli 2025 lalu. Menurutnya, hubungan bilateral kedua negara kini memasuki tahap baru yang lebih intensif.Prabowo Akan ke Minsk, Balas Kunjungan LukashenkoPresiden Prabowo Subianto dalam Upacara Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Belarus di Istana Merdeka pada Kamis (2/7/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFPPrabowo menyatakan akan melakukan kunjungan balasan ke Belarusia setelah menerima kunjungan kenegaraan Lukashenko. "Yang Mulia Presiden Lukashenko, delegasi yang saya hormati, sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan kenegaraan Yang Mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini," kata Prabowo dalam joint press statement di Istana Merdeka.Prabowo mengatakan, kunjungan Lukashenko menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Belarusia."Kunjungan ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus serta menghasilkan kerja sama konkret yang akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ujarnya.RI-Belarusia Luncurkan Roadmap Kerja Sama 2026-2030Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOPrabowo menyatakan Indonesia dan Belarus resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral periode 2026-2030. Dokumen tersebut akan menjadi kerangka pengembangan hubungan kedua negara selama lima tahun ke depan, mencakup berbagai sektor mulai dari ketahanan pangan, ekonomi, perdagangan, industri hingga sosial budaya."Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," ujarnya.Di sektor ketahanan pangan, Prabowo menyebut Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi, terutama dalam pengembangan pertanian modern dan teknologi."Di bidang ketahanan pangan kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat," ucapnya.Pada sektor ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing."Di bidang ekonomi kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara. Ke depan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok serta kerja sama teknologi," kata Prabowo.Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyaksikan Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko (kiri) menandatangani buku tamu saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOSelain itu, Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah merampungkan proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement)."Di bidang perdagangan kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," ujarnya.Prabowo menilai masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan membangun joint venture di sektor industri."Di bidang industri kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri," katanya.Di bidang sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia, Prabowo mengatakan kedua negara akan mempererat kerja sama melalui pertukaran budaya serta kemitraan antarlembaga pendidikan dan pelatihan vokasi."Sementara di bidang sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia kami mendorong kerja sama yang lebih erat melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi," tutur Prabowo.