3 Warga Sugapa Papua Tewas Tertembak, TNI Sebut Ulah Kelompok Peles Tigau

Wait 5 sec.

Letnan Kolonel (Inf.) Wirya Arthadiguna, Kepala Penerangan Koops TNI Habema. Foto: Dok. Koops TNI HabemaTiga orang warga sipil di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua tewas terkena tembakan peluru nyasar pada Kamis (2/7). TNI menyebut, tembakan-tembakan itu disebabkan oleh aksi kelompok bersenjata yang ada di sekitar lokasi. "Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga sipil Melkiana Dwitau dalam insiden gangguan tembakan di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7/2026)," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna, Sabtu (4/7). Analisis lapangan TNI menyimpulkan, tembakan-tembakan itu itu berasal dari kelompok bersenjata Peles Tigau. Tembakan pertama terjadi pada 18.45 WIT, dari arah Kampung Wandoga. Lalu, muncul lagi tembakan dari kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. "Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai," kata Wirya. Tiga sumber tembakan itu berjarak sekitar 900-1.500 meter. Sementara para korban berada sekitar 321 meter dari titik tembakan. "Berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis kejadian yang masih terus didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya," kata Wirya. "Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit," ucap Wirya. Sementara itu, TNI tak membalas tembakan yang dilepaskan. Sebab, kondisi medan yang hujan dan dipenuhi kabut tebal. "Jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan (stelling) sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil," sambung Wirya. Selain itu, TNI harus mengedepankan keselamatan warga sipil. Sehingga, mereka harus menghitung dengan tepat agar tak jatuh korban yang salah. "Peristiwa ini menunjukkan bahwa penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik. Karena itu, Koops TNI Habema terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas," terang Wirya. Usai peristiwa ini, TNI terus menjamin keselamatan warga sekitar. Mereka tak mengimbau masyarakat tak terprovokasi dengan informasi yang belum tepat dan memberi waktu untuk proses investigasi. "Koops TNI Habema mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis. Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas," tutup Wirya.