Anggota Komisi X Soroti 10% Calon Mahasiswa PTN Tak Daftar Ulang: Cari Solusinya

Wait 5 sec.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, saat kunjungan kerja spesifik Komisi X ke Surakarta, Jawa Tengah. Foto: Dok. DPR RIAnggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti tingginya angka calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).Menurut Fikri, fenomena tersebut perlu dievaluasi oleh perguruan tinggi negeri (PTN) agar penyebabnya dapat diketahui dan tidak memunculkan spekulasi negatif di masyarakat.Fikri mengatakan, sekitar 10 persen peserta yang lolos melalui jalur SNBT maupun SNBP tidak melakukan daftar ulang.“Perguruan Tinggi Negeri ternyata banyak diekspos. Seleksi yang lewat tes (SNBT) sekitar 10 persen tidak daftar ulang, SNBP yang prestasi juga sekitar 10 persen tidak daftar ulang. Ini harus dicari solusinya, kenapa mereka tidak daftar ulang. Sayang kalau kemudian muncul anggapan bahwa mereka tidak mampu secara ekonomi,” ujar Fikri kepada wartawan, Jumat (3/7).Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanTiga Dugaan PenyebabFikri mengungkapkan sedikitnya ada tiga dugaan yang menjadi penyebab tingginya angka calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang.Pertama, sebagian peserta memilih melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) atau sekolah kedinasan yang dinilai lebih menarik.Kedua, program studi atau PTN yang diterima bukan menjadi pilihan utama peserta. Setelah dinyatakan lolos, sebagian calon mahasiswa memilih berkuliah di perguruan tinggi swasta, langsung bekerja, atau menunda pendidikan.Ketiga, Fikri menyoroti meningkatnya jumlah calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi luar negeri.Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTOMeski menghormati hak masyarakat untuk menentukan pilihan pendidikan, ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar daya saing perguruan tinggi dalam negeri terus meningkat.“Negeri ini harus mendorong supaya daya saing pendidikan nasional kita juga terus tumbuh,” pungkas legislator Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX itu.