BorneoFlash.com, ISTANBUL - Pejabat Amerika Serikat (AS) pada musim semi tahun ini dilaporkan telah memperingatkan Iran mengenai kekhawatiran bahwa Israel berpotensi menargetkan para negosiator Iran selama proses perundingan. Informasi tersebut diungkap The New York Post, Jumat, mengutip dua pejabat AS.Menurut kedua pejabat tersebut, Washington khawatir Israel dapat menjadikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf atau Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai sasaran. Keduanya dinilai memiliki peran penting dalam proses negosiasi.Peringatan tersebut disampaikan kepada Iran melalui pihak ketiga atau perantara.Hingga Jumat (2/7/2026), belum ada indikasi bahwa intelijen AS memiliki informasi spesifik mengenai rencana pembunuhan yang menjadi dasar peringatan tersebut.Meski demikian, sejumlah pejabat pertahanan senior Israel sebelumnya secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pembunuhan para pemimpin senior Iran. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menilai langkah semacam itu justru dapat menghambat proses perundingan.Pada Maret lalu, Trump juga menolak mengungkap identitas pejabat Iran yang menjadi mitra negosiasi AS. Ia mengatakan tidak ingin pihak tersebut menjadi sasaran pembunuhan dan menilai kondisi tersebut membuat proses diplomasi semakin rumit.Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan tersebut. Melalui pernyataan di platform X, pemerintah Israel menyebut laporan itu sebagai "berita palsu" dan rekayasa yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan. (*)