Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Foto: Dok. IstimewaWakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan pemerintah akan menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Ia menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Melalui BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan skema operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna membantu percepatan pemadaman," kata Diaz saat meninjau TPA Jatiwaringin, Tangerang, Sabtu (4/7)."Mungkin atau dimungkinkan untuk melakukan operasi TMC besok. Sehingga, situasi kedaruratan kebencanaan kebakaran yang mencapai kurang lebih 15 hektare bisa segera terkendali," lanjutnya.Diaz menjelaskan, dari hasil pemantauan dan laporan di lapangan, api yang membakar sampah tidak hanya berada dalam permukaan, namun juga merembet dan menyala di bawah tumpukan sampah yang tebal. Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat asap mengepul dari sampah yang terbakar di lokasi TPA Jatiwaringin di Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, 1 Juli 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaSehingga, diperlukan upaya pengendalian kedaruratan kebakaran dengan waktu yang cukup dan pola penanganan yang tepat."Dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah. Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut. Karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya. Jadi kapan saja bisa terus terbakar, dan karena ada CH4, bisa ada potensi ledakan," jelasnya.Untuk membantu proses penanganan, Kementerian Lingkungan Hidup akan mengerahkan thermal drone atau teknologi yang menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi radiasi panas dan memetakan titik-titik api yang masih aktif. Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Foto: Dok. Istimewa"Jadi kami hanya bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala," ucapnya.Selain itu, pihaknya juga akan mengoperasikan dua unit mobile monitoring system untuk memantau udara di lokasi kebakaran. Peralatan tersebut digunakan untuk mengukur sejumlah parameter pencemar udara, seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), serta partikel halus PM1.0 dan PM2.5."Kalau baku mutunya yang dibilang baik itu 15,5 dan sedang dari 15,5 sampai 55,5, dan setelah itu tidak sehat dan membahayakan, dan lain sebagainya," ungkap Diaz."Dan ini sudah sampai ke tingkat 1.000. Jadi berapa hari ini sudah tingkat 1.000, tetapi tadi malam saya lihat langsung menurun drastis," pungkasnya.Adapun hingga saat ini, masih terus dilakukan upaya proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak Selasa (30/6) lalu. Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. Status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 1 hingga 14 Juli 2026. Hingga hari ke-5, kebakaran di TPA tersebut belum dapat dipadamkan.