Nyaris Drop Out di Akhir Kuliah, 5 Mahasiswa Diselamatkan Beasiswa Cinta Laura

Wait 5 sec.

Cinta Laura bersama Yuliana Nyoto dan penerima beasiswa Tuntaskan Mimpimu. Foto: Cinta Laura FoundationKrisis bisa datang kapan saja, termasuk di ujung masa perkuliahan. Nazwa Luna, mahasiswi Universitas Singaperbangsa Karawang, hampir tak meraih gelar sarjana gara-gara keluarganya mendadak ditimpa kesulitan finansial.“Ayah sudah menyiapkan biaya sampai aku lulus kuliah, tapi … ayah tertipu hingga uang kuliahku itu ludes,” kata Nazwa kepada kumparanWOMAN beberapa waktu lalu.Kisah mirip dialami banyak mahasiswa. Hisyam Dzaky Hammam yang berkuliah di Universitas Indonesia pun sempat terancam putus kuliah. Ia nyaris menyerah.“[Saya terpikir] untuk drop out saja… Nanti [kalau ada dana] lanjut lagi kuliah,” ujar Dzaky.Thaharah Balqis, mahasiswi Jakarta Business School asal Bengkulu, juga pernah menimbang berhenti kuliah. Pada semester 8 yang merupakan semester akhir, tunggakan kuliah Balqis justru menggunung dan membuat semangatnya menguap.Kesulitan keuangan sebetulnya sudah dirasakan Balqis sejak semester 2. Orang tuanya tidak bisa membiayai kuliahnya. Namun Balqis bertekad tetap kuliah.“Semester dua mulai stuck karena kalau mau ujian, perlu menyelesaikan biaya administrasi. Tapi [ternyata] kampusku memberi banyak kemudahan untuk ikut ujian walaupun nilai-nilai sempat tertahan,” ujar Balqis.Cinta Laura bersama Ariel Jonathan Pratama Tampubolon. Foto: Cinta Laura FoundationSementara Ariel Jonathan Pratama Tampubolon, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia, sempat cuti kuliah untuk merawat ayahnya yang sakit—hingga sang ayah akhirnya meninggal di ujung 2025. Sebulan kemudian, Ariel berniat kembali ke bangku kuliah. Namun, biaya jadi kendala.Kehilangan biaya pendidikan juga menimpa Vania Jovita Ngion, mahasiswi lain di Jakarta. Pada 2025, hari-harinya dipenuhi kebingungan dan ketidakpastian.Vania, Ariel, Balqis, Dzaky, dan Nazwa sama-sama didera rasa putus asa. Namun, secercah harapan menyeruak ketika Cinta Laura Foundation meluncurkan meluncurkan beasiswa Tuntaskan Mimpimu berkolaborasi dengan klinik kecantikan nonmedis EVER dan Pertamina Patra Niaga.Program dari Cinta Laura Foundation ini sangat membantu saya melanjutkan pendidikan,” kata Vania usai media gathering ‘Tuntaskan Mimpimu’ di Kotara Coffee Signature, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6).Melalui beasiswa Tuntaskan Mimpimu, Cinta Laura memberi kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi kesulitan finansial untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Inisiatif ini bagian dari upaya Cinta untuk memastikan akses pendidikan tak putus bagi anak-anak muda seperti Balqis.Beasiswa Tuntaskan Mimpimu. Foto: kumparan/Naela Marcelina‘Tuntaskan Mimpimu’ bermula dari gerakan Act of Love yang telah menjalankan berbagai program sosial sejak 2022, seperti membangun rumah baca, menggelar donor darah, menyediakan pre-medical check-up bagi lansia, hingga berkolaborasi dengan UNICEF dan WWF.Dari aksi-aksi sosial itu, Cinta melangkah lebih jauh dengan mendirikan Cinta Laura Foundation. Cinta menyadari, banyak anak Indonesia yang tumbuh dalam keterbatasan sehingga mereka butuh bantuan untuk meraih peluang yang sama.Bayangkan seorang anak dilahirkan ke dunia ini dengan materi yang tidak cukup. Ada kemungkinan anak itu pada akhirnya memiliki pandangan terhadap dirinya sendiri bahwa ‘Aku tidak layak bahagia, tidak layak dicintai, tidak layak mencapai mimpi-mimpi yang aku miliki,’” ujar Cinta.Bahkan, lanjutnya, banyak anak muda yang belum bisa untuk sekadar bermimpi. Mereka tak punya sistem pendukung di sekelilingnya.“It's very hard saat orang-orang sekitar kita membuat kita berpikir sempit atau merasa kita nggak boleh keluar dari lingkungan untuk bertumbuh lebih besar,” ujar Cinta Laura.Misi yang dibawa Cinta Laura Foundation menarik perhatian EVER. Founder EVER Yuliana Nyoto menyatakan mereka memiliki misi yang sejalan. Selama 11 tahun perjalanan EVER, Yuli menyaksikan banyak terapis yang sempat kehilangan arah dalam hidup. Namun, berkat keterampilan dan kesempatan yang datang, mereka perlahan mampu bangkit dan membangun masa depan.Dari pengalaman itu, EVER yakin bahwa ruang, dukungan, dan sistem yang mendukung dapat mengubah hidup seseorang. Kesempatan kecil yang muncul pada waktu tepat bisa membuka jalan dalam hidup seseorang.Kami percaya bahwa menggapai mimpi seharusnya tidak berhenti karena kondisi ekonomi. Makanya program beasiswa ini cocok dengan nilai yang kami pegang,” kata Yuliana.Founder EVER Yuliana Nyoto. Foto: kumparan/Naela MarcelinaBukan Sekadar Biaya PendidikanTuntaskan Mimpimu tak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menghadirkan program pengembangan diri bagi para penerima beasiswanya agar mereka memperoleh bekal selulus kuliah.“Program ini menghadirkan self-development melalui workshop, mentoring, social impact project, dan berbagai pengalaman belajar…” ujar Yuliana.Cinta menjelaskan, workshop bagi penerima beasiswa berlangsung setiap bulan. Materinya mencakup kepemimpinan, kemampuan komunikasi, literasi keuangan, problem solving skill, sampai career rejuvenation.Pembelajaran pun tak berhenti di lokasi workshop. Para penerima beasiswa juga didorong untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan di dunia nyata.Cinta Laura bersama Yuliana Nyoto dan penerima beasiswa Tuntaskan Mimpimu. Foto: Cinta Laura FoundationKelak, ketika rangkaian workshop berakhir pada awal 2027, kelima penerima beasiswa Cinta Laura Foundation diminta untuk merancang program corporate social responsibility (CSR). Melalui proses tersebut, mereka diarahkan menjadi individu yang tak sekadar menerima bantuan, namun juga mampu menyebarkan dampak positif bagi masyarakat“... ada metrik untuk memastikan mereka terus berkembang dalam Cinta Laura Foundation. Jadi beasiswa ini bukan sekadar memberikan dana, tetapi juga field experience agar ke depannya mereka bisa menavigasi kekerasan kehidupan nyata,” ujar Cinta.Ia berharap penerima beasiswa Cinta Laura Foundation dapat menjadi calon-calon pemimpin yang memiliki tujuan, ambisi, dan jiwa kemanusiaan.