Viral! Surat Pilu Irene, Anak Yatim 13 Tahun yang Terancam Diusir dari Rumahnya Menyentuh Hati Warganet

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, TEGAL – Sebuah surat terbuka yang ditulis seorang anak yatim bernama Irene Cellena Bunasir (13) viral di media sosial Instagram dan mengundang simpati ribuan warganet.Irene yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP itu mencurahkan isi hatinya melalui selembar surat yang menceritakan kondisi keluarganya. Dalam surat tersebut, ia berharap pesannya dapat dibaca oleh masyarakat Indonesia, para pemimpin daerah, hingga Presiden Republik Indonesia.Dalam tulisannya, Irene mengaku keluarganya terancam kehilangan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka. Ia menyebut rumah tersebut dijadwalkan akan dieksekusi pada 9 Juli 2026."Rumah ini mau dieksekusi Pengadilan tanggal 9 Juli 2026," tulis Irene dalam suratnya.Ia juga menuliskan pesan yang disampaikan sang ibu kepada dirinya dan saudara-saudaranya."Kalian harus kuat ya, jangan takut, jangan kaget, doakan kami ya nak. Kami nggak kabur, kami bayar semampu kami," tulis Irene mengutip ucapan ibunya.Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kronologi maupun duduk perkara yang menyebabkan rumah tersebut akan dieksekusi. Namun, kisah Irene telah menjadi perbincangan luas di Kota Tegal dan mendapat perhatian dari berbagai akun media sosial.Berikut isi surat terbuka Irene yang ditulis ulang oleh redaksi BorneoFlash.com pada Kamis (2/7), tanpa mengubah substansi isi surat. lihat foto Isi surat Irene yang ditujukan untuk para pemimpin Negeri ini dan masyarakat Indonesia. Foto: BorneoFlash/IstimewaSurat TerbukaSurat ini kutujukan kepada para pemimpin negeri ini dan seluruh masyarakat Indonesia.Assalamu'alaikum Wr. Wb.Saya Irene Cellena Bunasir, umur 13 tahun, kelas VIII SMP. Saya adalah anak yatim di Kota Tegal yang sebentar lagi akan terusir dari rumah peninggalan almarhum ayah saya, Slamet Bunasir.Saya menulis surat ini karena sedih, bingung, dan kasihan melihat ibu saya yang sudah berjuang keras mempertahankan rumah kami. Surat ini saya tulis di sudut kamar yang sebentar lagi mungkin akan dirampas orang lain.Rumah ini akan dieksekusi Pengadilan pada 9 Juli 2026. Rumah yang sejak kecil menjadi tempat saya belajar banyak hal, tempat ibu menyuapi saya, merawat saya saat sakit, tempat ayah mengajarkan salat dan ilmu agama, tempat kami berbagi cerita, hingga tempat beristirahat setelah pulang sekolah.Saya sedih ketika mengetahui kami memiliki utang di bank dan sudah membayar hingga hampir separuhnya. Namun rumah kami tetap dilelang dan telah terjual kepada orang lain sehingga sebentar lagi akan ada orang yang datang untuk mengusir kami.Ibu berkata kepada kami, "Kalian harus kuat ya, jangan takut, jangan kaget, doakan kami ya nak. Kami nggak kabur, kami bayar semampu kami."Saya takut pada tanggal 9 Juli nanti orang-orang berseragam datang. Pintu rumah kami diterobos dan barang-barang kami dilempar seperti yang sering saya lihat di media sosial.Apalagi saya memiliki adik yang baru berusia enam bulan dan masih bayi. Jika suatu hari nanti ia bertanya, setidaknya saya pernah berusaha membantu orang tua saya melalui surat ini.Saya tidak meminta uang. Saya hanya meminta rumah saya dikembalikan.Saya memohon pertolongan kepada Allah SWT. Semoga Allah mengirimkan pertolongan melalui orang-orang baik yang membaca surat ini, termasuk kepada Bapak Presiden agar rumah kami bisa kembali menjadi tempat kami berlindung.Saya hanya berharap rumah kami tidak dirampas, tidak diambil, dan kami tidak diusir dari rumah kami sendiri.Kepada siapa pun yang telah membaca, membagikan surat ini hingga viral, atau bersedia datang pada 9 Juli 2026 saat proses eksekusi untuk berdiri bersama kami, saya mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.Kepada Bapak Kapolres, Satpol PP, Wali Kota, DPRD, dan seluruh pemimpin kami, saya memohon pertolongan. Tolong bantu kami, bela kami, karena bapak-bapak akan dimintai pertanggungjawaban atas nasib rakyat kecil seperti kami.Doakan kami. Saya masih ingin memiliki alamat rumah yang sama untuk ditulis di rapor dan ijazah saya nanti.Saya masih ingin pulang ke rumah yang sama, menjaga adik saya di rumah yang sama, dan merawat ibu saya di masa tuanya di rumah yang sama.Bantu kami...Wassalamu'alaikum Wr. Wb.Irene Cellena Bunasir binti Slamet BunasirMangkukusuman, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah. lihat foto Rumah tempat tinggal Irene beserta ibu dan adiknya yang akan dieksekusi pada 9 Juli 2026. Foto: BorneoFlash/IstimewaSurat lengkap tersebut kini beredar luas di berbagai platform media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat.Pemilik akun Instagram @infotegal.hits menuliskan harapannya agar surat Irene mendapat perhatian."Semoga surat ini tidak hanya dibaca, tetapi juga didengar. Karena setiap anak berhak merasa aman ketika pulang ke rumahnya," tulis akun tersebut.Sementara itu, akun @Bang__eka juga meminta perhatian dari Pemerintah Kota Tegal dan DPRD Kota Tegal."Bantu atensi khususnya dooong. Ada indikasi stel-stel nih. Kasian adik yatim kita ini. Bapak @walikotategal @pemkot.tegal atensinya doooong," tulis akun tersebut.Catatan Redaksi: Hingga berita ini diterbitkan, redaksi BorneoFlash.com masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk keluarga Irene, pihak perbankan, pengadilan, serta instansi pemerintah yang berwenang guna memperoleh penjelasan secara berimbang mengenai perkara yang melatarbelakangi rencana eksekusi rumah tersebut. (*)