Kuku Bima & Tolak Angin Sido Muncul Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

Wait 5 sec.

Sido Muncul bekerja sama dengan Smile Train Indonesia memberikan donasi Rp 325 juta untuk operasi 50 pasien anak sumbing bibir dan celah langit-langit di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi. Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparanKasus penderita sumbing bibir dan celah langit-langit di Indonesia masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penderita sumbing bibir dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun.Tak hanya berkaitan dengan estetika, kelainan ini juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak dan risiko kekurangan nutrisi karena kesulitan menelan. Oleh karena itu, penanganan idealnya dilakukan sejak dini, yakni melalui operasi sumbing bibir saat anak berusia 3-6 bulan dan operasi celah langit-langit pada usia 1-1,5 tahun.Di sisi lain, keterbatasan ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi salah satu tantangan bagi sebagian keluarga untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat waktu.Inilah yang memperkuat komitmen PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) untuk terus menggelar bantuan operasi sumbing bibir dan celah langit-langit gratis untuk bayi dan anak-anak. Kali ini, Sido Muncul melalui produk unggulannya, Kuku Bima dan Tolak Angin, bekerja sama dengan organisasi nirlaba Smile Train Indonesia dan Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi.Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp 325 juta kepada Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, untuk 50 pasien penderita sumbing bibir dan celah langit-langit, di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7).Sido Muncul bekerja sama dengan Smile Train Indonesia memberikan donasi Rp 325 juta untuk operasi 50 pasien anak sumbing bibir dan celah langit-langi di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi. Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparanIrwan Hidayat mengatakan, program operasi sumbing bibir gratis merupakan bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap anak-anak yang mengalami kelainan bawaan tersebut serta keluarga mereka.“Pada hari ini, senang dan bersyukur sekali karena kami bisa berbuat sesuatu yang positif melalui produk-produk Sido Muncul seperti Kuku Bima dan Tolak Angin. Terima kasih juga kepada Rumah Sakit Hermina Galaxy dan pihak-pihak lain yang membuat acara hari ini bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Irwan.Menurut Irwan Hidayat, program bantuan operasi sumbing bibir gratis harus terus dilakukan. Sebab, anak-anak dan orang tua penyandang sumbing bibir juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik dari sisi biaya maupun kondisi psikologis.“Bersama Smile Train yang sudah memiliki banyak networking, setiap ada tawaran, kami pasti akan berkomitmen untuk terus membantu menggelar operasi sumbing bibir gratis di daerah lainnya,” tambah Irwan.Deasy pun mengucapkan rasa syukurnya karena Sido Muncul selalu siap siaga mendukung Smile Train Indonesia untuk membantu keluarga anak penderita sumbing bibir dan celah langit-langit yang membutuhkan uluran tangan.“Dari 700 kelahiran di Indonesia, hampir dipastikan 1 anak lahir dalam kondisi sumbing. Itu merupakan angka yang besar. Tugas kita bersama untuk memberikan bantuan tepat waktu sehingga ketika besar, mereka tidak akan merasa malu, minder, atau dikucilkan,” terang Deasy.“Support yang berkelanjutan dari Sido Muncul ini sudah memberikan bantuan operasi untuk lebih dari 500 pasien dari seluruh Indonesia. Jadi, tidak hanya pasien yang dekat dari pusat kota, tapi di daerah lainnya mulai dari Makassar hingga Nusa Tenggara Timur juga telah mendapatkan dukungan dari Sido Muncul. Bantuan ini tentu dapat memberikan manfaat yang luar biasa tidak hanya bagi anak-anak tapi juga keluarganya,” sambung Deasy.Sido Muncul bekerja sama dengan Smile Train Indonesia memberikan donasi Rp 325 juta untuk operasi 50 pasien anak sumbing bibir dan celah langit-langi di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi. Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparanMewakili Rumah Sakit Hermina Galaxy, dr. Hardimas pun mengucapkan rasa terima kasih karena pihaknya diberi kesempatan untuk ikut membantu program sumbing bibir dan celah langit-langit di Indonesia bersama Sido Muncul. Dukungan ini memantik semangat dirinya dan seluruh pihak rumah sakit untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.“Saya mewakili Rumah Sakit Hermina Galaxy sangat mengapresiasi Sido Muncul, Smile Train, dan dokter-dokter yang membantu adik-adik penderita sumbing bibir dan celah langit-langit,” kata dr. Hardimas.Tambahnya, Rumah Sakit Hermina Galaxy telah menyiapkan fasilitas dan layanan pendukung yang memadai agar proses penanganan pasien berjalan lebih optimal. Mulai dari pemeriksaan awal, skrining, hingga tindakan operasi yang melibatkan tenaga medis berpengalaman.“Bersama-sama, kami akan terus memberikan kontribusi terbaik untuk pasien-pasien kami dengan menyediakan dokter spesialis bedah mulut dan bedah plastik. Insyaallah hasilnya pun akan lebih baik,” kata dr. Hardimas.Senada dengan itu, spesialis bedah mulut maksilofasial, drg. Joni Putra, SpBM, memastikan penanganan operasi akan memperhatikan waktu yang tepat agar hasilnya lebih optimal dan dapat mendukung kemampuan bicara anak di masa depan. Ia menjelaskan, operasi bibir sumbing sudah dapat dilakukan ketika anak memasuki usia 3 bulan.“Idealnya untuk penanganan celah bibir sudah bisa dilakukan operasi di usia 3 bulan, sedangkan celah langit-langit saat berusia 18 bulan atau 1,5 tahun, sehingga tidak akan memengaruhi kemampuan berbicaranya saat dewasa. Jadi setelah anak lahir dan mendapati kondisi tersebut, keluarga sebaiknya sudah mulai mempersiapkan pemeriksaan agar dapat ditangani tepat waktu,” jelas drg. Joni.Sido Muncul bekerja sama dengan Smile Train Indonesia memberikan donasi Rp 325 juta untuk operasi 50 pasien anak sumbing bibir dan celah langit-langi di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi. Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparanDalam program kali ini, bayi bernama Faleesha yang baru berusia 40 hari, menjadi penerima bantuan operasi sumbing bibir dan celah langit-langit termuda di Rumah Sakit Hermina Galaxy. Nantinya, Faleesha akan menjalani operasi setelah usianya memasuki 3 bulan.Orang tua Faleesha, Sofiani (23), tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan operasi gratis untuk anak pertamanya. Bantuan dari Sido Muncul dan Smile Train Indonesia pun menjadi harapan bagi Sofiani agar buah hatinya bisa meraih masa depan yang lebih cerah.“Saat pertama kali melihat keadaan anak saya, rasanya seperti dunia runtuh. Jadi saya sangat bersyukur sekali mendapat bantuan ini. Saya berterima kasih kepada Sido Muncul, Smile Train, dan Rumah Sakit Hermina Galaxy karena akhirnya anak saya bisa dioperasi. Harapannya anak saya bisa kembali normal setelah dioperasi dan sehat sampai sekolah,” ungkap Sofiani penuh haru.Sido Muncul telah menggelar program operasi sumbing bibir dan celah langit-langit gratis sejak 2018 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pertama kali digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga pertengahan 2026, Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul telah memfasilitasi operasi sumbing bibir bagi 774 pasien di berbagai wilayah Indonesia.Tak hanya operasi sumbing bibir, Sido Muncul juga konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang kesehatan. Beberapa di antaranya adalah operasi katarak gratis dan program penanganan stunting.