Ilustrasi anak main gadget sambil makan. Foto: Shutter StockAnak usia 3–5 tahun memang sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi banyak hal. Tak jarang, gadget atau televisi ikut menemani keseharian mereka, baik untuk menonton, bermain, maupun belajar.Meski begitu, screen time yang terlalu lama tetap perlu diperhatikan, Moms. Sejumlah riset menemukan adanya kaitan antara screen time berlebih pada anak usia 3–5 tahun dengan perubahan pada jaringan otak yang berperan dalam kemampuan bahasa dan berpikir.Ilustrasi anak memakai gadget untuk bermain game. Foto: Shutter StockHal ini juga terlihat dalam penelitian yang diterbitkan di JAMA Pediatrics. Penelitian tersebut melibatkan 47 anak berusia 3–5 tahun. Para peneliti menggunakan pemeriksaan otak untuk melihat kondisi jaringan yang disebut white matter atau materi putih.Screen Time dan 'Jalur Komunikasi' di Otak AnakWhite matter merupakan bagian otak yang membantu menghubungkan berbagai area otak satu sama lain. Sederhananya, jaringan ini dapat diibaratkan seperti jalur yang membantu berbagai bagian otak saling berkomunikasi.Dalam penelitian tersebut, anak dengan penggunaan screen-based media yang lebih tinggi menunjukkan integritas mikrostruktur white matter yang lebih rendah pada beberapa jalur otak. Jalur-jalur tersebut diketahui berkaitan dengan kemampuan bahasa, fungsi eksekutif, dan kemampuan literasi awal anak.Peneliti juga menemukan adanya hubungan antara penggunaan screen time pada beberapa kemampuan, termasuk bahasa, pemrosesan bunyi bahasa, dan kesiapan membaca.Tapi, Bukan Berarti Gadget Langsung Merusak Otak AnakTemuan ini memang terdengar mengkhawatirkan, ya. Namun, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa screen time menyebabkan kerusakan atau perubahan pada otak anak.Ilustrasi mengasuh anak tanpa gadget. Foto: Shutter StockTemuan ini lebih tepat menjadi pengingat bahwa keseharian anak sebaiknya tidak hanya diisi dengan aktivitas di depan layar. Bermain bersama orang tua, membaca buku, mengobrol, bergerak aktif, dan mengeksplorasi lingkungan secara langsung juga memberikan anak kesempatan untuk belajar dan mengembangkan berbagai kemampuan.