Spesimen gurita biru Galapagos (Microeledone galapagensis) yang diawetkan di sebuah laboratorium di Puerto Ayora, Pulau Santa Cruz, Kepulauan Galapagos, Ekuador. Foto: Carlos Espinosa/AFPSpesimen gurita berukuran sekitar sebesar bola golf tersebut sebelumnya menarik perhatian para ilmuwan karena bentuk dan ukurannya yang unik. Foto: Carlos Espinosa/AFPKini, spesimen tersebut kembali ke Kepulauan Galapagos untuk disimpan dan dipamerkan di Charles Darwin Research Station. Foto: Carlos Espinosa/AFPKeberadaan spesimen tersebut menjadi salah satu koleksi yang menunjukkan beragam jenis satwa unik yang hidup di Kepulauan Galapagos. Foto: Carlos Espinosa/AFPCharles Darwin Research Station juga menjadi tempat penelitian dan pusat informasi mengenai berbagai spesies yang ada di kawasan tersebut. Foto: Carlos Espinosa/AFPFoto: Carlos Espinosa/AFPFoto: Carlos Espinosa/AFPSpesimen gurita biru Galapagos (Microeledone galapagensis) diawetkan di sebuah laboratorium di Puerto Ayora, Pulau Santa Cruz, Kepulauan Galapagos, Ekuador, Rabu (2/9/2026).Spesimen gurita dengan ukuran sekitar sebesar bola golf ini sebelumnya menarik perhatian para ilmuwan karena bentuknya yang unik. Gurita tersebut ditemukan di kedalaman hampir 1.800 meter di sekitar Kepulauan Galapagos.Kini, spesimen tersebut kembali ke Kepulauan Galapagos untuk disimpan dan dipamerkan di Charles Darwin Research Station.Keberadaan spesimen tersebut menjadi salah satu koleksi yang menunjukkan beragam jenis satwa unik yang hidup di Kepulauan Galapagos. Charles Darwin Research Station juga menjadi tempat penelitian dan pusat informasi mengenai berbagai spesies di kawasan tersebut.Spesimen gurita biru Galapagos (Microeledone galapagensis) yang diawetkan di sebuah laboratorium di Puerto Ayora, Pulau Santa Cruz, Kepulauan Galapagos, Ekuador, Rabu (2/9/2026). Foto: Carlos Espinosa/AFP