Ilustrasi ibu dan perempuan pekerja di Korsel. Foto: Anthony Wallace / AFPPemerintah Korea Selatan (Korsel) melakukan restrukturisasi untuk perusahaan pelat merah. Tujuannya untuk merespons perubahan besar dalam lanskap industri, termasuk transformasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).Dikutip dari laman Yonhap News Agency, Kementerian Keuangan mengatakan restrukturisasi tersebut bukan untuk memangkas biaya.Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah Korea Selatan mengumumkan cetak biru untuk mengurangi jumlah perusahaan milik negara sekitar 20 persen, dari 524 menjadi 415 perusahaan.“Kami mengambil pendekatan yang sepenuhnya berbeda dari inisiatif-inisiatif sebelumnya untuk mereformasi perusahaan milik negara,” kata pejabat Kementerian Keuangan Korsel, dikutip dari Yonhap News Agency, Sabtu (5/9).“(Pada pemerintahan sebelumnya), reformasi ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi pengelolaan yang buruk. Namun kali ini, kami mendorong reformasi yang komprehensif dan bersifat antisipatif untuk menghadapi tantangan kompleks, termasuk transformasi AI,” tambah pejabat tersebut.Pejabat tersebut mengatakan meskipun restrukturisasi akan melibatkan realokasi tenaga kerja, langkah tersebut tidak akan mempengaruhi total jumlah pegawai baru yang direkrut.Berdasarkan data Kementerian Keuangan, 109 entitas yang menjadi sasaran restrukturisasi saat ini mempekerjakan sekitar 120.000 pekerja tetap.Korsel akan membentuk satuan tugas untuk mengeksplorasi cara mempersempit kesenjangan upah antara institusi dengan tingkat pembayaran yang lebih tinggi dan lebih rendah, tambah pejabat tersebut.Pejabat tersebut mencatat restrukturisasi tidak serta-merta berarti memindahkan institusi ke wilayah lain, dengan mengatakan pengaturan tersebut akan diputuskan secara terpisah.