Bandara Soetta-Husein Ditutup sampai 18.00 WIB, Atung Bungsu Sudah Normal

Wait 5 sec.

Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanPenerbangan di sejumlah bandara, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Bandara Husein Sastranegara, masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB hari ini (7/9). Meski demikian, Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, kini sudah kembali beroperasi normal.Bandara Atung Bungsu memang sempat ditutup, namun bisa beroperasi secara normal per hari ini jam 9.00 WIB."Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. Namun demikian kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Apabila terjadi perubahan, kami akan segera menginformasikannya. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26 saat ini Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Bandara Pondok Cabe, Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung dan Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat memang ditutup sampai pukul 18.00 WIB nanti.Saat ini pada bandara yang berstatus ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sedangkan pada bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.Dudy menegaskan, jika nanti bandara sudah bisa dibuka kembali, persiapan penerbangan akan segera dilakukan. Sejumlah upaya persiapan masih akan dilakukan setelah bandara dibuka dan sebelum siap dioperasikan kembali. Di sisi lain, ia juga berharap masyarakat dapat bersabar selama waktu persiapan."Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melakukan upaya-upaya seperti pembersihan runway, taxiway, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan," ujarnya.Bandara AlternatifSelain itu, ia juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan. Terdapat enam bandara yang dapat dijadikan alternatif, yakni:Bandara Juanda di Provinsi Jawa TimurBandara Adi Soemarmo di Provinsi Jawa TengahBandara Internasional Yogyakarta di Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaBandara Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaBandara Jenderal Ahmad Yani di Provinsi Jawa Tengah Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.Penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai. Kemenhub terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait.