Lengkap Jual Suku Cadang Ragam Merek Mobil, Sentra di Sawah Besar Malah Sepi

Wait 5 sec.

Sentra spare part mobil di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanDeretan toko suku cadang mobil di Wisma Sawah Besar alias Muzatek, Jakarta Pusat, menyimpan pilihan komponen dari berbagai merek, mulai dari Jepang hingga Eropa. Kendati demikian, sejumlah pedagang justru mengeluhkan sepinya konsumen yang datang dalam beberapa tahun terakhir.Amin, pemilik toko Enam Jaya, menyampaikan bahwa penjualannya dalam beberapa tahun terakhir cenderung turun. Menurutnya, sejumlah pemilih toko lain juga mengalami hal yang serupa sampai membuat mereka gulung tikar."Penjualan turun banget sampai 50 persen ada kali, omzet sekarang bahkan nggak sampai setengah dibandingkan dulu. Kalau bapak keliling, lihat-lihat, pengunjungnya sepi kan, ada toko-toko yang tutup juga. Kalau dulu di lantai atas ada yang jualan, sekarang tinggal di bawah," ujarnya ketika ditemui kumparan, Kamis (3/9).Sejak berdagang suku cadang khusus Mitsubishi di sana dari sekitar tahun 1980-an, Amin bilang ada banyak faktor yang membuat penjualan turun. Faktor tersebut meliputi maraknya toko onderdil di e-commerce, kondisi ekonomi, dan daya beli masyarakat yang berkurang.Toko Jaya Abadi A17 di belakang Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanIa mengutarakan, penurunan penjualan juga berkaitan dengan ketersediaan beberapa komponen genuine Mitsubishi yang sudah tidak lagi diproduksi, khususnya model lawas. Kondisi ini membuat tokonya kesulitan memenuhi permintaan konsumen untuk komponen tertentu."Kalau barangnya sudah enggak ada dari pabrik, mau bagaimana lagi. Konsumen datang cari, tapi barangnya memang enggak ada. Misalnya, coil mobil Mitsubishi lawas itu barangnya kosong, pakai yang imitasi juga nggak ada, sudah jarang importirnya," kata Amin.Hal serupa turut dirasakan Wasing, pemilik toko Indonesia Raya Motor. Ia menyebutkan transaksi selama lima tahun terakhir condong mengalami penurunan.Menurut Wasing, keberadaan toko online membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan ketika mencari spare part. Ia juga menyoroti soal keaslian barang yang dijual pada e-commerece karena konsumen tidak selalu bisa memastikan apakah komponen yang ditawarkan benar-benar orisinal.Toko Errita Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Saya nggak jualan online karena saingannya susah. Biaya ini dan itu, orang lain yang mulai duluan pasti rating-nya tinggi, kayak kita mau beli barang pasti kan lihat rating juga. Dulu niat jualan online mah ada, cuma karena persaingan mending toko offline saja," tutur Wasing.Selain persoalan ketersediaan barang, perubahan kondisi di depan Wisma Sawah Besar juga disebut ikut memengaruhi jumlah konsumen yang datang. Dahulu, deretan toko spare part tersebut masih terlihat langsung dari pinggir jalan sehingga keberadaannya lebih mudah diketahui pengguna jalanKini, bagian depan kawasan tersebut tertutup tembok yang dibangun sekitar 2023, ditambah keberadaan warung dan bengkel kecil di depannya. Dari jalan, yang lebih terlihat justru aktivitas usaha di depan bangunan dibandingkan sentra yang berada di belakangnya."Benar adanya tembok bikin sepi. Soalnya nggak keliatan, orang di depan kan nggak tahu di sini masih pada jualan, jadi memang berpengaruh," imbuhnya Toko spare part Suzuki dan Mercedes Benz serta BMW di belakang Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanDari pantauan kumparan saat berkunjung ke Wisma (Muzatek) Sawah Besar, sentra onderdil mobil di sana terbilang cukup lengkap. Merek Jepang seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Mazda, Nissan, Isuzu sampai Datsun masih mudah ditemui.Suku cadang untuk mobil asal Amerika Serikat (AS) seperti Chevrolet, Ford, dan Opel, serta mobil Prancis seperti Renault dan Peugeot juga tersedia. Komponen untuk mobil Korea seperti Kia dan Hyundai turut dijual, sedangkan di bagian belakang gedung terdapat toko yang menyediakan spare part Mercedes-Benz dan BMW.Pilihan tersebut juga mencakup mobil-mobil yang sudah berusia cukup tua dan semakin jarang terlihat di jalan. Beberapa toko masih menyimpan suku cadang Timor dengan sebagian barang yang tersedia merupakan stok lama.