Honda-Nissan Kembangkan ECU Bersama, Upaya Saingi Mobil China

Wait 5 sec.

Ilustrasi kerja sama Honda dan Nissan. Foto: Dok. Nikkei Asia Honda dan Nissan sepakat memperdalam kerja sama untuk mengembangkan teknologi kendaraan berbasis software atau software-defined vehicle (SDV). Keduanya akan mengembangkan unit electronic control unit (ECU) standar untuk mobil generasi berikutnya.Sistem yang menggabungkan ECU dan software hasil pengembangan bersama itu ditargetkan mulai digunakan pada tahun fiskal 2029. Honda-Nissan akan menyusun standar untuk ECU inti, sistem operasi, middleware, serta software yang mengatur berbagai fungsi kendaraan, sebagaimana dilaporkan Nikkei Asia.Teknologi SDV sendiri memungkinkan berbagai fungsi kendaraan dikendalikan dan dikembangkan lewat software. Teknologi ini juga memungkinkan mobil mendapatkan pembaruan over-the-air (OTA), seperti yang sudah umum ditemukan pada smartphone.Ilustrasi kerja sama Honda dan Nissan. Foto: Dok. Nikkei Asia Pengembangan teknologi itu menjadi semakin penting bagi industri otomotif. Pasalnya, para produsen mobil kini mengandalkan software untuk berbagai fitur, mulai dari sistem bantuan mengemudi, hiburan, konektivitas, sampai kemudi otomatis.Honda dan Nissan memilih mengembangkan teknologi tersebut secara bersama untuk menekan biaya pengembangan. Keduanya pun bisa berbagi sumber daya sehingga akan semakin mempercepat pengembangan sistem itu.Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Honda dan Nissan menghadapi persaingan dari produsen mobil China. Merek seperti BYD semakin agresif di pasar global melalui mobil listrik (EV) dan hybrid (HEV) yang dilengkapi berbagai fitur berbasis software.Dari sisi penjualan, Honda mencatat penjualan 3,52 juta kendaraan secara global pada tahun 2025. Sementara Nissan menjual sekitar 3,2 juta unit pada periode yang sama.Ilustrasi kerja sama Honda dan Nissan. Foto: Dok. ReutersJika digabung, penjualan kedua perusahaan mencapai 6,72 juta unit. Angka tersebut menempatkan Honda dan Nissan di posisi keempat dalam daftar produsen mobil dengan penjualan terbesar di dunia pada tahun 2025.Posisi tersebut berada di atas General Motors yang menjual 6,18 juta unit dan Stellantis sebanyak 5,48 juta unit. Toyota, Volkswagen, serta gabungan Hyundai dan Kia masih mencatat penjualan lebih besar dari gabungan penjualan Honda-Nissan.Mitsubishi Motors yang menjadi mitra aliansi Nissan disebut berpeluang masuk dalam kerja sama teknologi tersebut. Menurut Reuters, Mitsubishi sedang mempertimbangkan untuk bergabung dan masih berdiskusi dengan Honda-Nissan mengenai area kerja sama potensial yang dapat dilakukan.